Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Melejit ke 6.849, Saham IPTV, UNTR dan GIAA Terbang

IHSG dibuka menguat 0,63% ke level 6.849,58 pada perdagangan hari ini, Rabu (25/10/2023). Saham IPTV, UNTR dan GIAA terpantau melesat pagi ini.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.849,58 pada perdagangan hari ini, Rabu (25/10/2023). Saham IPTV, UNTR dan GIAA terpantau melesat pagi ini.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.02 WIB, IHSG menguat ke posisi 6.849,58. Posisi ini naik 0,63% atau 42,82 poin dari penutupan perdagangan hari sebelumnya. Indeks komposit bergerak di rentang 6.825 hingga 6.855 pada perdagangan siang hari ini. 

Sebanyak 551,55 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp283,03 miliar dalam 26.569 kali transaksi. Adapun saham yang menguat sebanyak 211, saham yang melemah sebesar 96 dan saham stagnan sebanyak 191.

Saham paling laris pada perdagangan kali ini dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang naik 0,49% ke level Rp5.125. Saham BBRI mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp39,6 miliar pagi ini. Terlaris kedua ditempati oleh saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai transaksi mencapai Rp27,5 miliar. Saham BMRI terpantau menguat 1,74% atau 100 poin  ke level Rp5.850.

Kemudian di posisi ketiga saham paling laris diisi oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang juga naik 1,14% ke level Rp8.875. Saham BBCA mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp26,7 miliar pagi ini. 

Emiten big caps lain yang parkir di zona hijau diantaranya, Saham UNTR yang naik 5,64% ke posisi 26.675. Selanjutnya saham GIAA juga 5,81% ke level Rp91 per saham. Adapun, saham milik Hary Tanoe PT MNC vision Networks Tbk. (IPTV) melesat 16,36% ke posisi Rp64 per saham.

Sementara saham terboncos atau top losers pagi hari ini ditempati oleh GTBO yang ambles 14,08% ke level Rp610, disusul NICL yang turun 10,43% ke posisi Rp292, diposisi selanjutnya ada saham GULA dan MENN yang turun masing-masing 10% dan 9,09%.

Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memprediksi IHSG akan melanjutkan rebound dan menguji level 6.850. Penguatan tersebut katanya, berpotensi mendorong pembentukan pola bullish harami yang dapat menjadi sinyal minor bullish reversal.

Pergerakan IHSG yang berpeluang rebound pada hari ini ditopang oleh rebound saham-saham bank, terutama bank berkapitalisasi besar seiring dengan rebound nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Bloomberg, Selasa (24/10/2023), rupiah ditutup menguat 0,53% menuju ke Rp15.849 per dolar AS.

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terjadi seiring dengan kecenderungan pelaku pasar di AS yang memilih untuk kembali berinvestasi ke instrumen yang lebih berisiko, terutama saham perusahaan teknologi seperti Amazon, Alphabet, Meta, hingga Microsoft.

Berkaca pada kondisi ini, Phintraco Sekuritas menyebut bahwa pasar dapat memperhatikan peluang rebound lanjutan pada BBRI, BRIS, PWON, ASII dan ICBP.

Senada, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia juga memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatannya hari ini. Hal tu sejalan dengan menguatnya indeks di Bursa Wall Street setelah imbal hasil atau yield obligasi 10 tahun Amerika Serikat (AS) kembali turun ke kisaran 4,8%.

Selain itu, pergerakan indeks komposit pada hari ini juga akan dibayangi oleh berlanjutnya musim rilis laporan keuangan kuartal III/2023 yang sejauh ini berjalan dengan cukup baik. Hal ini pun dimaknai Tim Riset CGS-CIMB Sekuritas sebagai salah satu sentimen positif bagi IHSG.

Adapun, pada perdagangan hari ini CGS-CIMB Sekuritas meramal level resistance IHSG berada di 6.860, 6.915, dan level support di 6.750, 6.700.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper