Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Turun ke 6.762 Sesi I, Tertekan Saham BREN, BMRI, MEDC

Salah satu penyebab IHSG lesu yakni eskalasi konflik di Timur Tengah antara Israel Hamas mulai merembet ke negara-negara lain.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada sesi I perdagangan Senin (23/10/2023) di tengah berbagai sentimen yang menerpa, baik dari domestik seperti pendaftaran capres-cawapres jelang Pemilu 2024 2024 hingga sentimen global seperti konflik Israel-Hamas yang kian memanas.

IHSG ambles 1,26% atau 86,20 poin ke level 6.762,96 pada akhir sesi I. Sepanjang pagi ini, indeks komposit bergerak di rentang 6.730-6.853.

Terpantau sebanyak 419 saham melemah, 128 saham menguat, dan 172 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.508 triliun.

IHSG tertekan saham big cap seperti BREN yang anjlok 7,20%, BMRI turun 1,30%, MEDC turun 6,88%, dan BBCA turun 1,11%.

Di lain sisi, bursa kawasan Asia juga kompak berada di zona merah, seperti indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,57%, Shanghai Composite Index China terkoreksi 0,79%, dan Straits Times Index Singapore turun 0,32%.

Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan, salah satu penyebab IHSG lesu yakni eskalasi konflik di Timur Tengah antara Israel Hamas mulai merembet ke negara-negara lain.

Pekan lalu, Presiden AS Joe Biden berkunjung ke Israel untuk menyampaikan solidaritas bersama Israel, tak lama kemudian AS mengirim kapal induk terbesar ke perairan Israel untuk mendukung pasukan di sana. Kemudian pada Minggu, (22/10/2023), giliran China yang menyiagakan enam kapal perang untuk menegaskan dukungan mereka kepada Palestina.

Selain sentimen dari eksternal, menurut Liza faktor domestik seperti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Kamis, (19/10/2023) yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan ke level 6% untuk pertama kalinya sejak Januari 2023 menimbulkan kekecewaan di pasar.

"Kekecewaan pasar ketika RDG BI pekan lalu putuskan untuk naikkan suku bunga BI7DRR sebesar 25bps ke level 6% demi usaha stabilisasi rupiah, yang kelihatannya tak bertaji. Malah bikin sentimen market tambah suram," ujar Liza kepada Bisnis, Senin, (23/10/2023).

Terbukti, berdasarkan data Bloomberg dikutip Senin, (23/10/2023) pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 0,12% atau 19 poin ke level Rp15.891 per dolar AS, setelah ditutup lesu pada perdagangan akhir pekan lalu. Sementara itu, indeks mata uang Negeri Paman Sam terpantau menguat 0,05% ke posisi 106,21 pada pagi ini.

Selain itu, kondisi dalam negeri juga mulai memasuki proses penyelenggaran pemilihan presiden yakni, pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU, dengan pemenang yang baru akan diumumkan pada 2024.

Adapun saat ini, seluruh kandidat capres telah menentukan pasangannya untuk berlaga di Pemilu 2024, di antaranya yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan terbaru, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Alhasil, saham terafiliasi Menteri BUMN Erick Thohir, PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) dan PT Mahaka Media Tbk. (ABBA) terpantau ramai dijual oleh investor seiring dengan batalnya Erick sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.

Mengacu data RTI pukul 09.03 WIB, saham MARI ambles 34,38% ke level Rp84 menyentuh auto rejection bawah (ARB). Sedangkan saham ABBA turun 10% ke posisi Rp81 per saham.

Padahal, pada pekan lalu tanggal 18-19 Oktober 2023, saham MARI dan ABBA ramai diborong oleh investor hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) ketika nama Erick Thohir digadang-gadang menjadi cawapres Prabowo Subianto. 

Namun kini tampaknya harapan publik kandas lantaran Prabowo memilih putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya pada Pemilu 2024.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper