Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kondisi Ekonomi Tidak Stabil, Emas Jadi Incaran Investor

Di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil investor cenderung beralih ke emas sehingga harga emas naik.
Di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil investor-investor cenderung beralih ke emas. /Freepik
Di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil investor-investor cenderung beralih ke emas. /Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil, investor-investor cenderung beralih ke aset safe haven. Hal itu secara berkesinambungan membuat harga emas hari ini, Kamis (20/10/2023) alami peningkatan signifikan.

Politik dan ekonomi global sedang dilanda ketidakstabilan. Salah satunya kekhawatiran terhadap keadaan politik dalam negeri yang tidak stabil, yang kemungkinan akan berdampak negatif terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS).

Selain itu, terdapat konflik yang sedang berlangsung di berbagai belahan dunia, terutama ketegangan antara negara-negara besar seperti Rusia, China, dan NATO. Situasi tersebut membuat banyak investor yang lebih memilih emas sebagai instrumen investasi yang dapat menjaga nilai aset mereka.

Market Research Analyst Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global membuat emas kian menguat.

"Saat ini masih belum melihat kepastian terkait kebijakan suku bunga, terutama dengan keadaan pemerintahan AS yang sedang tidak stabil. Hal ini mendorong investor untuk lebih memilih emas sebagai safe haven,” kata Fischer.

Berdasarkan data terbaru, harga emas berada pada level tertinggi selama 3 bulan terakhir, dan alami kenaikan sebesar 2 persen dalam seminggu terakhir. Saat ini, harga emas spot diperdagangkan di kisaran US$1.900 per ons, naik dari posisi di minggu sebelumnya, yakni US$1.760.

Di sisi lain, permintaan fisik emas pun terus meningkat di pasar global, terutama di pasar Asia seperti China dan India yang berkontribusi terhadap peningkatan harga emas. Di mana banyak para investor di pasar keuangan yang tengah mempertimbangkan peningkatan alokasi aset ke emas, untuk mengurangi risiko dalam portofolio.

Banyak pelaku pasar yang cenderung berhati-hati terhadap sektor ekuitas, meskipun performa yang ditunjukkan sektor itu cukup kuat. Mereka lebih memilih diversifikasi portofolio dengan aset yang relatif aman seperti emas.

Dengan adanya kecenderungan pasar tersebut, prospek harga emas pun kemungkinan akan tetap berada dalam tren bullish untuk beberapa pekan mendatang. Namun, para investor tetap harus memantau faktor-faktor yang bisa mempengaruhi harga emas, seperti kebijakan suku bunga, kondisi politik global, dinamika pasar makro, dan lain-lain. (Daffa Naufal Ramadhan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper