Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Komoditas Hari Ini (18/10): Batu Bara Kembali Memerah, CPO Bergeming

Harga batu bara kembali melemah setelah mengalami kenaikan tiga hari berturut-turut, sedangkan harga CPO tidak berubah.
Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). Bloomberg/Dimas Ardian
Proses pemuatan batu bara ke tongkang di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021). Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.comJAKARTA -  Harga batu bara kontrak November 2023 kembali melemah setelah mengalami kenaikan tiga hari berturut-turut. Sementara, harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) kontrak Desember 2023 tidak berubah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara ICE Newcastle kontrak November 2023 ditutup melemah 3,38% atau 5,10 poin ke level US$146 per metrik ton, mencatatkan penurunan setelah naik tiga hari berturut-turut. 

Kemudian, harga batu bara kontrak Oktober 2023 ditutup melemah sebesar 1,04% atau 1,5 poin ke level US$142,25 per metrik ton.

Musim dingin telah tiba di Eropa Utara pada Senin (16/10/23) dengan suhu yang lebih dingin, menurun di bawah normal musiman, menjadikan uji coba pertama bagi infrastruktur energi di wilayah tersebut. 

Jerman menghidupkan kembali unit batu bara yang telah direnovasi untuk membantu memenuhi kebutuhan energi karena gelombang dingin pertama di wilayah tersebut mulai berlangsung. 

Berdasarkan catatan Bisnis, bea cukai China juga melaporkan bahwa impor pada September 2023 melonjak 2,75% dari tahun sebelumnya, lantaran para pembeli terus mendatangkan pasokan yang lebih murah dari luar negeri menjelang musim puncak musim dingin.

Kemudian, China-Rusia kini diperkirakan akan fokus pada hubungan mereka yang semakin berkembang. Diketahui ketergantungan Rusia pada China telah merambah ke setiap aspek ekonominya dalam 20 bulan sejak invasi Ukraina. 

China kini telah menjadi pembeli utama minyak dan gas Rusia yang murah dengan tidak adanya pelanggan Eropa. Terkait batu bara, China kini menjadi pembeli terbesar bahan bakar fosil dari Rusia, dengan pengiriman batu bara lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2020.

Menurut data perdagangan China, pada akhir 2022, pengiriman batu bara telah meningkat menjadi lebih dari 64 juta ton, sebuah rekor tahunan yang diperkirakan akan terpecahkan tahun ini setelah impor mencapai lebih dari 70 juta ton antara Januari dan Agustus.

Adapun, berdasarkan catatan BisnisDirektur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) Hilmi Panigoro menyatakan konsumsi batu bara dunia sepanjang 2023 akan mencapai 9 miliar ton atau naik dari capaian tahun lalu. Dia mengatakan bahwa sepanjang 2022, konsumsi batu bara di dunia tembus 8 miliar ton. 

“Tahun ini, walaupun semua orang bicara transisi energi, akan lewat 9 miliar ton [konsumsi] batu bara. Jadi, dunia masih membutuhkan batu bara,” ujarnya baru-baru ini.

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper