Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Diprediksi Tembus 7.000 Tahun Ini, Cek Sederet Katalisnya

Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level psikologis 7.000 di akhir tahun 2023.
Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level psikologis 7.000 di akhir tahun 2023. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level psikologis 7.000 di akhir tahun 2023. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan dibayangi suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada kuartal IV/2023. Analis melihat IHSG dapat menembus level psikologis 7.000 sampai akhir tahun.

IHSG pada perdagangan Jumat (29/9/2023) atau perdagangan terakhir kuartal III/2023 naik 2,06 poin atau 0,03 persen menjadi 6.939,83. Sepanjang 2023, IHSG naik 1,3 persen.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan pelaku pasar masih akan melihat perkembangan arah suku bunga Amerika Serikat yang diprediksi masih akan berada di level yang tinggi lebih lama, sehingga lebih berhati-hati dalam berinvestasi. 

"Oleh karena itu, Panin AM menilai bahwa level wajar IHSG di akhir tahun 2023 adalah 7.400," kata Rudiyanto kepada Bisnis, Jumat (29/9/2023).

Sementara itu, lanjut Rudiyanto, suku bunga acuan BI masih dipertahankan di level 5,75 persen, tetapi juga menyesuaikan dengan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Rudiyanto juga menjelaskan sentimen negatif terhadap IHSG akan datang dari ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat, dimana Federal Funds Rate (FFR) diprediksi masih akan mengalami kenaikan 1 kali lagi di tahun 2023, sehingga investor asing bersikap wait and see. Sementara itu, keadaan ekonomi Indonesia masih dalam keadaan yang baik.

Senada dengan Rudiyanto, Equity & Fixed Income Analyst KGI Sekuritas Rovandi mengatakan sentimen terhadap IHSG juga akan datang dari suku bunga The Fed yang berpotensi meningkat satu kali lagi, dan juga potensi kenaikan dari suku bunga BI. Selain itu, rupiah yang berada di atas level Rp15.000 juga menurut Rovandi akan menjadi sentimen bagi IHSG. 

Cadangan devisa yang berpotensi mengecil melihat ekspor-impor yang mulai berkurang, dan harga komoditas ekspor batu bara yang belum pulih juga diperkirakan akan menjadi sentimen bagi IHSG.

"Akan tetapi, menjelang Pemilu, IHSG biasanya menguat," tutur Rovandi, dihubungi Jumat (29/9/2023).

Berbeda dengan Panin Asset Management, KGI Sekuritas memperkirakan level IHSG yang lebih rendah di akhir tahun 2023, yaitu pada level 7.175.

Adapun Rovandi menilai prospek dana asing di IHSG masih terlihat baik. Rovandi memperkirakan investor asing masih akan mencetak capital inflow di saham ataupun di surat utang.

Sementara itu, Rudiyanto melihat saat ini investor asing sedang melakukan net sales di pasar saham. 

"Namun ketika sudah ada kejelasan mengenai arah suku bunga acuan Amerika ke depannya terutama informasi bahwa suku bunga akan diturunkan, maka investor asing diprediksi akan kembali berinvestasi di Indonesia," ujar Rudiyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper