Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Rp15.341, Dolar AS Perkasa

Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada Selasa (12/9/2023). Sementara itu, dolar Amerika Serikat terpantau perkasa dengan menguat 0,23 persen ke 143,65.
Karyawati menghitung mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Senin (14/8/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawati menghitung mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Senin (14/8/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada Selasa (12/9/2023). Sementara itu, dolar Amerika Serikat (AS) semakin menunjukkan keperkasaannya jelang jelang pengumuman data inflasi pekan ini.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 12 poin atau 0,08 persen menuju level Rp15.341,5 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat 0,23 persen ke 143,65.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia ditutup bervariasi. Won Korea, misalnya, menguat 0,31 persen, yuan China melemah sebesar 0,07 persen, yen Jepang turun 0,10 persen. Adapun rupee India menguat 0,05 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,06 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar valuta asing pada pekan ini akan fokus pada pengumuman data inflasi konsumen AS, Rabu (13/9). Pengumuman ini dinilai menjadi penentu arah pertemuan The Fed pada 20 September mendatang.

“Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada September. Namun, tanda-tanda inflasi terbukti sulit untuk mendorong kenaikan lagi sebelum akhir tahun,” ujarnya dalam riset harian, Selasa (12/9/2023).

Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) juga akan melakukan pertemuan pada pekan ini. Setelah menaikkan suku bunga di sembilan pertemuan terakhir, pemangku kepentingang diperkirakan bakal berdebat terkait dengan kenaikan suku bunga deposito.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja penjualan eceran terindikasi melambat pada Juli 2023. Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 203,3 atau secara year-on-year (YoY) tumbuh 1,6 persen, tetapi melambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 7,9 persen.

Kelompok yang tumbuh positif tetapi melambat adalah makanan, minuman, dan tembakau 4,8 persen YoY, kemudian subkelompok sandang 6,6 persen yoy. Adapun kelompok suku cadang dan aksesori terkontraksi 2,8 persen YoY, meski membaik dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, secara bulanan, penjualan eceran pada Juli 2023 turun sebesar 8,8 persen secara bulanan (MtM) atau lebih dalam dibandingkan kontraksi 0,3 persen pada periode sebelumnya.

Ibrahim lantas memperkirakan rupiah pada perdagangan Rabu (13/9/2023) akan bergerak secara fluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang Rp15.320 hingga Rp15.390.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper