Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Musim Laporan Keuangan Selesai, IHSG Masuk Fase Konsolidasi

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (21/8/2023) akan berada di fase konsolidasi usai berakhirnya musim laporan keuangan.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (21/8/2023) akan berada di fase konsolidasi setelah musim laporan keuangan berakhir.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan gerak IHSG pada awal pekan masih akan berada dalam fase konsolidasi, di tengah maraknya rilis kinerja emiten di semester I/2023. 

"Masih cukup besarnya potensi koreksi wajar ditunjang oleh terjadinya capital outflow yang telah tercatat selama Agustus," kata William dalam risetnya, Minggu (20/8/2023). 

Dia melanjutkan sentimen dari fluktuasi nilai tukar Rupiah masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. William memperkirakan IHSG pada awal pekan, Senin (21/8/2023) akan bergerak pada rentang 6.757-6.954. 

William menuturkan dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend, sehingga momentum tekanan dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang.

Sementara itu Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan IHSG akan kembali uji support pada level 6.830 di Senin (21/8/2023).

Menurutnya, sentimen datang dari data S&P Global mengenai penjualan rumah baru untuk 100 pengembang teratas di China yang turun sekitar 33 persen pada Juni dan Juli 2023 dari tahun lalu. 

"Potensi gagal bayar Country Garden menimbulkan kekhawawatiran akan pasar properti di China. Akan tetapi, potensi gagal bayar tersebut diperkirakan berdampak terbatas ke ekonomi China. Hal ini mengingat kondisi ekonomi China yang jauh lebih besar," tutur Valdy. 

Sebagai informasi, cadangan devisa Tiongkok tercatat sebesar US$3,2 triliun di akhir Juli 2023.

Sementara itu, dari dalam negeri sentimen diperkirakan datang dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Kamis (24/8/2023). 

Phintraco Sekuritas melihat perekonomian dalam negeri kondusif, tetapi ketidakpastiaan ekonomi global menurunkan optimisme investor terhadap kebijakan Bank Indonesia, dengan spread suku bunga BI dan The Fed yang hampir nol. Meskipun nilai tukar rupiah nilai tukar rupiah sejak awal tahun tercatat menguat 3,63 persen.

Adapun top picks saham dari Phintraco Sekuritas di Senin (23/8/2023) meliputi MDKA, ADRO, MEDC, BBRI, BMRI, BGTG, dan AVIA. Sementara itu, top picks dari Yugen Bertumbuh Sekuritas adalah BBRI, ICBP, JSMR, BBCA, ASRI, EXCL, dan AALI.

-----

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper