Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bersih Indo Tambangraya (ITMG) Turun 33,42 Persen Semester I/2023

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencatatkan penurunan laba bersih pada semester I/2023, sejalan dengan koreksi pada pendapatan yang mencapai 8,61 persen.
Aktivitas pertambangan batu bara kelompok usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) /itmg.co.id
Aktivitas pertambangan batu bara kelompok usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) /itmg.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencatatkan penurunan laba bersih pada semester I/2023, sejalan dengan koreksi pada pendapatan bersih yang mencapai 8,61 persen pada periode tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Kamis (10/8/2023), pendapatan ITMG pada semester I/2023 mencapai US$1,29 miliar atau setara Rp19,48 triliun (kurs Jisdor Bank Indonesia 27 Juni 2023 Rp15.000 per dolar AS). Pendapatan tersebut lebih rendah daripada semester I/2022 yang menembus US$1,42 miliar atau sekitar Rp21,15 triliun.

Pendapatan bersih ini diperoleh dari anak usaha PT Indominco Mandiri (IMM) sebesar US$412,30 juta atau turun 9,64 persen daripada paruh pertama 2022 yang mencapai US$456,30 juta. Sementara itu, PT Trubaindo Coal Mining (TCM) berkontribusi US$345,53 juta atau turun 24,21 persen dibandingkan dengan semester I/2022 sebesar US$455,92 juta.

Berdasarkan segmen pasar, penjualan ke Taiwan, China, Hong Kong dan Korea menjadi kontributor terbesar dengan nilai US$452,79 juta. Kemudian pasar Asia Tenggara berkontribusi US$377,20 juta, Jepang sebesar US$231,90 juta dan pasar domestik US$205,53 juta. ITMG juga mencatatkan ekspor ke pasar Eropa dengan nilai US$31,74 juta dari US$0 pada semester I/2022.

Meningkatnya pendapatan ITMG juga turut menaikkan beban pokok pendapatan sebesar 25,07 year-on-year (YoY) menjadi US$840,94 juta dari US$672,38 juta.

Peningkatan beban pokok pendapatan ini membuat laba kotor ITMG tergerus 38,83 persen menjadi US$458,24 juta dari US$749,16 juta. Alhasil, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih ITMG turun 33,42 persen YoY dari US$460,68 juta pada semester I/2022 menjadi US$306,70 juta pada semester I/2023.

ITMG sebelumnya menargetkan volume penjualan pada tahun ini dapat mencapai 21,5 juta­—22,5 juta ton atau tumbuh dua digit dari realisasi pada 2022. Perusahaan juga membidik ekspansi ekspor ke pasar Eropa pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper