Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK Bakal Awasi Kripto, Pedagang Minta Iuran Tidak Memberatkan

Pemindahan pengawasan aset kripto ke OJK dari Bappebti membutuhkan sejumlah penyesuaian, termasuk biaya transaksi dan iuran.
Pemindahan pengawasan aset kripto ke OJK dari Bappebti membutuhkan sejumlah penyesuaian, termasuk biaya transaksi dan iuran. /TokoCrypto
Pemindahan pengawasan aset kripto ke OJK dari Bappebti membutuhkan sejumlah penyesuaian, termasuk biaya transaksi dan iuran. /TokoCrypto

Bisnis.com, JAKARTA – Arahan strategis dari pemerintah dinanti oleh pelaku industri kripto di Tanah Air menyusul dibentuknya komisioner khusus yang mengawasi sektor itu oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut CEO Tokocrypto Yudhono Rawis, akan ada penyesuaian-penyesuaian menyusul pemindahan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto ke OJK dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Keberadaan lembaga baru dalam ekosistem kripto ini tentu membutuhkan biaya, baik biaya transaksi maupun iuran keanggotaan, yang kami harap tidak memberatkan. Kami menunggu arahan strategis lainnya,” kata Yudhono ketika dihubungi baru-baru ini.

Saat ini, lanjut Yudhono, penetapan bursa, kliring, dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto oleh Bappebti telah memberikan kepastian hukum, transparansi, serta perlindungan bagi pelaku bisnis dan investor di dalamnya.

Namun, adanya peran OJK ke depan dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia menjadi salah satu pusat perdagangan dan inovasi aset kripto di wilayah Asia Tenggara.

Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 17,4 juta individu sampai dengan Mei 2023. Naik 0,87 persen dari jumlah investor pada April 2023 dengan peningkatan bulanan sebanyak 15.000 investor.

Hal ini dilihat sebagai potensi karena total investor kripto di Tanah Air baru setara dengan 4,55 persen dari total penduduk Indonesia.

“Peluang masih terbuka lebar. Selain itu, saat ini sudah ada 30 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang terdaftar di Bappebti. Ini membuktikan bisnis di industri ini masih legit dan masih bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Namun, dengan risiko yang tidak main-main, Yudhono meminta investor agar melakukan riset, memahami risiko, dan menggunakan platform terpercaya sebelum terlibat dalam aktivitas perdagangan aset kripto.

Selain itu, pasar kripto disebut cenderung jauh lebih volatil dalam jangka waktu yang singkat. Dengan scope-nya yang mencakup global, menjaga stabilitas likuiditas dan harga yang adil menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku kripto.

Belum lagi, bursa kripto juga melibatkan infrastruktur teknis yang kompleks. Aset kripto harus disimpan dalam dompet digital yang aman.

Dengan kata lain, lanjutnya, pengembang harus mampu mengelola teknologi canggih dan memastikan platform berfungsi dengan baik dan responsif terhadap volume transaksi yang tinggi.

Di Tokocrypto sendiri, terdapat lebih dari 3 juta pengguna sampai dengan semester I/2023. Sebanyak 56,7 persen pengguna berusia 18 – 30 tahun, 33,9 persen 31 – 45 tahun, dan 9,4 persen berusia 46 – 55 tahun.

“Jumlah trading volume Tokocrypto mencapai hampir US$10 juta per hari dan US$200-US$300 juta per bulan. Saya bisa menyatakan bahwa Tokocrypto telah menjadi platform (CPFAK) nomor satu dengan trading volume tertinggi di Indonesia,” katanya.

Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 300 token/koin aset kripto yang diklaim tertinggi dibandingkan kompetitor lainnya di Tanah Air.

Tokocrypto bermitra dengan platform penyedia jasa pembayaran atau payment gateway dalam proses transaksi perdagangan pasar fisik aset kripto.

Bisnis inti yang dijalankan perusahaan adalah jual dan/atau beli antara aset kripto dan mata uang Rupiah; pertukaran antar satu atau lebih antar jenis aset kripto; penyimpanan aset kripto milik pelanggan aset kripto; dan transfer atau pemindahan aset kripto antar wallet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper