Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tanggapan BEI Soal Banyak Emiten Baru Pakai Dana IPO untuk Bayar Gaji

Bursa melihat dana IPO yang digunakan untuk membayar gaji diharapkan bisa meningkatkan kinerja di masa depan.
Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan melintas di dekat layar yang menampilkan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (26/1/2022). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa emiten pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat menggunakan belanja modal untuk pembayaran gaji karyawan, seperti PT Data Sinergitama Jaya Tbk. (ELIT), hingga yang terbaru PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET).

Menanggapi hal ini, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan investor dan regulator mesti melihat bagaimana penggunaan dana emiten-emiten pendatang baru ini bisa meningkatkan kinerja ke depan.

"Dalam hal ada penggunaan dana yang digunakan untuk kepentingan-kepentingan untuk biaya dan lain-lain, tentu ada kebijakan dari perseroan," kata Nyoman ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7/2023).

Namun, lanjutnya, Bursa akan melihat bagaimana penggunaan dana tersebut digunakan oleh emiten untuk lari, hingga melompat.

Di sisi yang lain, perusahaan yang menggunakan dana IPO untuk melakukan pembayaran utang menurutnya dapat memperbaiki struktur keuangan perusahaan. Nyoman menilai pembayaran atas utang akan berdampak pada struktur pengurangan biaya bunga pada periode mendatang.

"Ini secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi juga bottom line perseroan," tuturnya.

Menurutnya, gambaran secara umum yang akan dilihat oleh regulator dan investor adalah bagaimana perusahaan akan melompat lebih tinggi ke depan. Hal ini karena investasi di pasar modal, selain melihat historis, juga untuk melihat seperti apa kemajuan perusahaan emiten-emiten di pasar modal ke depan.

Sebelumnya, Direktur Utama INET Muhammad Arif mengatakan sebagian penggunaan dana IPO INET memang digunakan untuk pembayaran gaji karyawan, tetapi bukan untuk karyawan lama.

"Pembayaran gaji yang dimaksud merupakan pembayaran tim baru karena kami mau menggelar kabel sampai Jawa. Jadi kami butuh modal kerja, bukan untuk karyawan existing," kata Arif.

Dalam prospektus IPO, INET menyebut dana IPO yang terkumpul sebesar Rp151,50 miliar, sebagian akan dialokasikan untuk pembayaran gaji karyawan.

Rinciannya, sebanyak Rp90 miliar dana IPO akan digunakan perusahaan untuk setoran modal kepada entitas anak PFI, yang mana sebesar Rp60 miliar akan digunakan sebagai belanja modal (capex) berupa pengembangan jaringan kabel fiber optik di area Jabodetabek.

Sisanya, sebesar Rp30 miliar akan digunakan untuk modal kerja (opex) yakni pembelian bandwith internet, pembayaran gaji karyawan dan uang jaminan (deposit) sewa fiber optic di area Pulau Jawa.

Lalu, sekitar Rp30 miliar dana IPO akan digunakan perseroan untuk melakukan setoran modal kepada entitas anak yaitu DPS, dan kemudian akan digunakan oleh DPS sebagai opex antara lain namun tidak terbatas pada pembelian bandwith internet, biaya pemasaran, pembayaran gaji karyawan dan pembelian persediaan kabel serta material lain guna mendukung kegiatan usaha DPS.

Adapun, sisa dana IPO bakal digunakan INET sebagai operational expenditure (opex) pada pembelian bandwith internet, biaya pemasaran, pembayaran gaji karyawan dan pembelian persediaan kabel serta material lain guna mendukung kegiatan usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper