Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Marketing Sales Pakuwon (PWON) Turun, Target Tetap Rp1,6 Triliun 2023

Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mencatatkan penurunan realisasi kinerja prapenjualan atau marketing sales pada paruh pertama tahun ini.
Gandaria City, salah satu proyek andalan PT Pakuwon Jati Tbk di Jakarta. Proyek ini merupakan proyek mixed use yang terdiri dari pusat perbelanjaan, hotel, dan apartemen./pakuwonjati.com
Gandaria City, salah satu proyek andalan PT Pakuwon Jati Tbk di Jakarta. Proyek ini merupakan proyek mixed use yang terdiri dari pusat perbelanjaan, hotel, dan apartemen./pakuwonjati.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mencatatkan penurunan realisasi kinerja prapenjualan atau marketing sales pada paruh pertama tahun ini.

Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PWON Minarto menyampaikan bahwa realisasi marketing sales perseroan pada semester I/2023 mencapai Rp660,4 miliar. Jumlah ini turun sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Marketing sales semester I/2023 mencapai Rp600,4 triliun, turun 25 persen dibandingkan semester I/2022. Adapun target marketing sales 2023 sebesar Rp1,6 triliun,” ujarnya Minarto kepada Bisnis, dikutip pada Jumat (21/7/2023).

Minarto tidak menjelaskan secara detail penyebab penurunan itu. Meski demikian, dia menyampaikan kontribusi terbesar prapenjualan PWON ditopang oleh kondominium sebesar 54 persen terutama di Pakuwon Mall Surabaya, rumah tapak 43 persen, dan perkantoran 3 persen.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, raksasa emiten properti ini diketahui akan membangun superblok di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Superblok ini nantinya terdiri atas pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel.

Direktur Utama Pakuwon Jati Alexander Stefanus Ridwan Suhendra mengatakan pihaknya optimistis dalam rencana pembangunan properti komersial tersebut. Menurutnya, IKN merupakan peluang yang menguntungkan dalam jangka panjang.

“Kami sudah bangun properti di banyak kota-kota besar di Indonesia. Sekarang saatnya mulai pembangunan di IKN,” ujar Ridwan dalam keterangan resmi pada awal Juli 2023.

Di samping itu, Ridwan menyatakan bahwa keputusan Pakuwon untuk melakukan investasi di IKN didasari oleh posisi Pakuwon sebagai salah satu usaha properti terbesar di Indonesia. 

“Jadi, kami merasa ada kewajiban tersendiri untuk mulai pembangunan terlebih dahulu di ibu kota kita yang baru nanti,” imbuhnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper