Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Saham Asia Tenggara Berkinerja Paling Buruk di Dunia, Cek Faktanya

Indeks saham di Thailand dan Malaysia merosot paling tajam di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China./Bloomberg
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks-indeks saham di Asia Tenggara dinilai mencatatkan kinerja terburuk di dunia pada tahun ini, setelah dana asing diputar keluar dari kawasan tersebut ke pasar yang padat saham teknologi di Asia Utara.

Mengutip Bloomberg, Senin (3/7/2023), sebagian besar indeks saham di wilayah Asia Tenggara telah menurun pada 2023 setelah pasar sahamnya menawarkan tempat berlindung yang aman bagi para investor dalam pelemahan pasar saham global tahun lalu.

Negara-negara ekonomi seperti Thailand dan Malaysia, di mana indeks sahamnya telah merosot masing-masing sekitar 10 persen dan 7,1 persen, menghadapi hambatan seperti ketidakpastian atas pembentukan pemerintahan dan perlambatan perdagangan.

Pelemahan di Thailand dan Malaysia tersebut telah menyebabkan penurunan 5,9 persen pada Indeks MSCI Asean pada kuartal II/2023, dan mengikuti benchmark global yang lebih luas sejak September 2020.

Manajer Portofolio Samsung Asset Management Alan Richardson menilai dengan tema yang digerakkan oleh sektor kecerdasan buatan (AI) masih sangat fokus pada paruh kedua tahun ini, indeks-indeks saham regional mungkin hanya melihat pemulihan pada tahun 2024.

“Asia Tenggara lebih bersiklus, bernilai, berbasis tematik pada sektor ekonomi lama dan akan berkinerja lebih baik ketika AS bertransisi ke siklus penurunan suku bunga,” katanya.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini (year-to-date/Ytd) telah mengalami pelemahan 2,76 persen, sekalipun investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp16,20 triliun.

Berdasarkan data BEI, di Asia Tenggara hanya indeks saham Vietnam yang melaju di zona hijau sepanjang tahun ini dengan penguatan 12,63 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper