Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GOTO Matangkan Dual Listing di Luar Negeri, Ini Tantangannya

Investment Banking melihat tantangan dual listing GOTO datang dari governance dan upaya menjaga saham di bursa luar negeri. 
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menyampaikan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham terhadap seluruh agenda RUPST dan RUPSLB yang diajukan. 

Salah satu agenda yang diajukan tersebut adalah persetujuan untuk perpanjangan wewenang ke Dewan Komisaris dalam hal penerbitan saham baru terkait Penawaran Umum Perdana (IPO) Internasional.

Direktur Investment Banking Capital Market BRI Danareksa Sekuritas Kevin Praharyawan mengatakan peluang emiten teknologi untuk melakukan dual listing cukup besar dan menurutnya lebih lucrative atau berpotensi menghasilkan keuntungan besar. 

"Hanya saja balik lagi, melihat seberapa besar ukurannya untuk mereka listed di Amerika Serikat dan apakah mereka di sana memiliki investor yang substansial, bisa cath-up dengan mereka punya kinerja," kata Kevin ditemui di Jakarta, Senin (3/7/2023). 

Menurutnya, salah satu tantangan untuk melakukan dual listing adalah dari governance, yang menurutnya akan lebih rigid di luar negeri. Di satu sisi, tidak gampang bagi perusahaan untuk melakukan dual listing. 

Selain itu, untuk menjaga kinerja saham di Bursa luar menurutnya juga memerlukan usaha. "Saya rasa kalau ditanya peluangnya pasti ada. Cuma balik lagi, perusahaannya seberapa siap," ucap Kevin. 

Sebagaimana yang diungkapkan dalam prospektus IPO GOTO, GOTO telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan IPO Internasional pada Desember 2021 dengan peningkatan modal tanpa hak memesan terlebih dahulu atau private placement hingga 10 persen dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor GOTO, atau maksimal 118,43 miliar saham Seri A. 

Selanjutnya, pemegang saham juga telah memberikan delegasi wewenang kepada dewan komisaris untuk menyetujui penerbitan saham untuk IPO Internasional.

Lalu, pada RUPST 28 Juni 2022, GOTO memperoleh persetujuan untuk memperpanjang wewenang kepada Dewan Komisaris yang berlaku hingga tanggal 28 Juni 2023.

Meski demikian, GOTO menuturkan implementasi Penawaran Umum Perdana Internasional masih tergantung pada kondisi pasar global dan berbagai faktor lainnya. 

Dalam RUPSLB akhir pekan lalu, GOTO meminta persetujuan dari pemegang saham untuk memperpanjang delegasi wewenang kepada dewan komisaris untuk menyetujui penerbitan saham untuk tujuan IPO Internasional hingga 31 Desember 2023. 

Hal tersebut agar sejalan dengan timeline target implementasi Penawaran Umum Perdana Internasional yang telah diungkapkan dalam prospektus IPO Perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper