Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kencana Energi (KEEN) Targetkan Kelola 500 MW EBT Jangka Panjang

PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), menargetkan mampu mengelola pembangkit listrik EBT hingga 500 MW dalam jangka panjang.
PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), menargetkan mampu mengelola pembangkit listrik EBT hingga 500 MW dalam jangka panjang. RUPS KEEN pada Jumat (16/6/2023) juga menyetujui pengangkatan Wilson Maknawi (ketiga dari kiri) sebagai Direktur Utama, menggantikan Henry Maknawi (kelima dari kanan).
PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), menargetkan mampu mengelola pembangkit listrik EBT hingga 500 MW dalam jangka panjang. RUPS KEEN pada Jumat (16/6/2023) juga menyetujui pengangkatan Wilson Maknawi (ketiga dari kiri) sebagai Direktur Utama, menggantikan Henry Maknawi (kelima dari kanan).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten sektor energi baru terbarukan (EBT), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), menargetkan mampu mengelola pembangkit listrik hingga 500 MW dalam jangka panjang.

Direktur Utama Kencana Energy, Wilson Maknawi mengatakan KEEN memiliki sejumah portofolio yang telah dikelola dan sedang dikembangkan.

Sejumlah proyek EBT KEEN ialah ialah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Pakkat berkapasitas 18 MW, PLTA Air Putih 21 MW, pembangkit listrik negara mini hidro (PLTM) Ma'dong 10 MW, PLTM Ordi Hulu 10 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Tempilang 2 sebesar 5 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tempilang 1,36 MWp.

"Di dalam pipeline, kami menargetkan dapat mengembangkan aset EBT hingga 500 MW," katanya dalam paparan publik, Jumat (16/6/2023).

Wilson Maknawi menyampaikan di tengah optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2023, kondisi perekonomian global dan pandemi COVID-19 diperkirakan masih berpotensi menimbulkan ketidakpastian. Namun demikian, perseroan yakin bahwa perlahan, kondisi ini akan mengalami perbaikan.

Di sisi kebutuhan energi, pengembangan dan inovasi alternatif sumber EBT terus didengungkan, mengingat Indonesia memiliki banyak sekali potensi EBT yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Sejalan dengan target bauran EBT pada tahun 2025 yang sebesar 23 persen, KEEN juga perlu mengembangkan usaha karena saat ini bauran EBT yang dimanfaatkan baru sekitar 14 persen.

Perincian proyek 500 MW dalam pipeline jangka panjang KEEN ialah, di sektor energi hydro ada PLTA Sumatera Utara 35 MW, PLTA Sulawesi 1 75 MW, PLTA Sulawesi 2 90 MW, dan PLTA Gorontalo 22 MW.

Di sektor energi angin, KEEN menargetkan pembangunan 2 Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan dengan kapasitas masing-masing 62,5 MW dan 100 MW. KEEN juga berencana mengembangkan Solar PV 60 MW dan pembangkit listrik Hybrid 5 MW.

Selain PLTA, KEEN masuk ke sektor mini hydro, dan akan mengoperasikan PLTM Sumatera 2 4 MW, PLTM Sulawesi 3 6 MW, PLTM Sulawesi 4 10 MW, dan PLTM Nasal 10 MW. Perusaahan pun menargetkan bisnis kelistrikan dari Biomassa 10 MW dan Biogas 10 MW.

“KEEN sangat optimis akan mendapatkan proyek baru dan kelangsungan usaha KEEN sangat terjaga. Apalagi potensi pengembangan EBT di Indonesia mencapai sekitar 3.700 GWh namun baru dimanfaatkan sekitar 0,3 persen-nya," imbuhnya.

Direktur KEEN Giat Widjaya menambahkan pada 2023 KEEN mengalokasikan belanja modal (capex) senilai US$20 juta. Rencana capex paling besar untuk pengembangan PLTA Ordi Hulu.

"Pengembangan PLTM Ordi Hulu sudah 78 persen, kami fokuskan capex ke proyek tersebut," jelasnya.

Tahun lalu, perseroan berhasil mencetak pendapatan US$41,83 juta atau setara Rp658,07 miliar (asumsi kurs Rp15.731 per Desember 2022), naik 14,45 persen dari 2021 sebesar US$36,55 juta. Sebesar 48,58 persen pendapatan disumbang oleh pendapatan proyek konsesi, 35,29 persen dari bunga konsesi, dan 16,13 persen dari penjualan listrik EBT.

Pada tahun 2022 KEEN membukukan laba bersih US$14,48 juta atau setara Rp227,81 miliar, melonjak 81,03 persen dari laba 2021 senilai US$7,99 juta.

Dari sisi proyek, pada 2022 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pakkat berkontribusi terhadap pendapatan US$6,78 juta, PLTA Air Putih US$10,28 juta, Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Ma'dong US$5,03 juta, dan PLTM Ordi Hulu 19,74 juta. PLTM Ordi Hulu menjadi sumber pendapatan baru tahun lalu seiring dengan mulai konstruksinya pada Maret 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper