Dividen HM Sampoerna (HMSP) Turun 5 Tahun Beruntun, Apa Penyebabnya?

Secara historis, dividen HMSP tercatat turun dalam 5 tahun terakhir. Pergerakan ini sejalan dengan tren koreksi laba dalam kurun 2018—2022 yang dialami HMSP.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) Vassilis Gkatzelis. Secara historis, dividen HMSP tercatat turun dalam 5 tahun terakhir. Pergerakan ini sejalan dengan tren koreksi laba dalam kurun 2018—2022 yang dialami HMSP.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) Vassilis Gkatzelis. Secara historis, dividen HMSP tercatat turun dalam 5 tahun terakhir. Pergerakan ini sejalan dengan tren koreksi laba dalam kurun 2018—2022 yang dialami HMSP.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rokok entitas Philip Morris International, PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp6,36 triliun kepada para pemegang sahamnya. Jumlah tersebut menandai penurunan dividen tunai HMSP dalam 5 tahun terakhir.

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) HMSP pada 9 Juni 2023 menyepakati dividen total sebesar Rp6,36 triliun untuk tahun buku 2022. Besaran dividen total tersebut setara dengan Rp54,7 per saham. Dengan laba per saham HMSP pada tahun buku 2022 sebesar Rp54 per saham, maka rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) mencapai 101,3 persen.

“Sampoerna senantiasa berupaya memenuhi komitmennya untuk memastikan imbal hasil yang baik bagi para pemegang saham,” tulis manajemen Sampoerna dalam siaran pers.

Dividen HMSP kali ini lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang mencapai Rp63,3 per saham. Hal ini dipicu oleh penurunan laba yang dilaporkan perusahaan sepanjang 2022.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat turun 11,39 persen menjadi Rp6,32 triliun sepanjang 2022, dibandingkan dengan Rp7,13 triliun pada Januari—Desember 2021.

Koreksi laba tersebut terjadi meskipun emiten di bawah kendali Philip Morris International tersebut mencetak penjualan sebesar Rp111,21 triliun pada 2022 atau naik 12,47 persen dibandingkan dengan 2021 sebesar Rp98,87 triliun.

Namun, meningkatnya kinerja penjualan HMSP diikuti dengan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 14,61 persen secara tahunan menjadi Rp94,05 triliun dibandingkan dengan Rp82,06 triliun pada 2021. Beban pokok penjualan ini meningkat utamanya disebabkan oleh beban pita cukai yang naik 14,67 persen dari Rp65,04 triliun pada 2021 menjadi Rp74,59 triliun pada 2021.

Secara historis, dividen HMSP tercatat turun dalam lima tahun terakhir. Pergerakan ini sejalan dengan tren koreksi laba dalam kurun 2018—2022 yang dialami perusahaan akibat beban cukai rokok yang meningkat.

Rasio pembayaran dividen terjadi pada tahun buku 2021 yang dibayarkan pada Juni 2022. Kala itu, HMSP menyetor dividen sebesar Rp63,3 per lembar atau dengan DPR sebesar 103,2 persen.

Sementara itu, DPR terendah terlihat pada tahun buku 2020. Sampoerna hanya mengalokasikan 98,7 persen dari laba bersihnya sebagai dividen, yakni sebesar Rp72,80 per lembarnya.

Berikut riwayat pembayaran dividen HMSP selama tahun buku 2018—2022 :

Tahun Buku

DPS (Rp)

EPS (Rp)

Total Dividen (Rp Miliar)

Laba Bersih (Rp Miliar)

DPR (%)

2022

54,70

54

6.362

6.324

101,3

2021

63,30

61

7.363

7.137

103,2

2020

72,80

74

8.468

8.581

98,7

2019

119,80

118

13.935

13.722

101,6

2018

117,20

116

13.632

13.538

100,7

Keterangan :

DPS : Dividend per share

EPS : Earning per share

DPR : Dividend payout ratio

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper