Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyebab Marketing Sales Summarecon (SMRA) Turun 54,38 Persen

Capaian marketing sales SMRA yang sebesar Rp655 miliar pada kuartal I/2023, setara 13,1 persen dari total target 2023.
Ilustrasi cluster Blue Crystal Residence/www.summareconmutiara.com
Ilustrasi cluster Blue Crystal Residence/www.summareconmutiara.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mencatatkan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp655 miliar per 31 Maret 2023. Capaian ini turun 54,38 persen dari Rp1,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY).

Corporate Secretary SMRA Jemmy Kusnadi mengatakan penjualan pada tahun lalu dapat menyentuh Rp1,43 triliun lantaran adanya dampak positif dari Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang berakhir pada September 2022.

“Pada kuartal I/2022 terdapat respons positif atas PPN DTP, sehingga mendorong penjualan produk inventori kami. Selain itu ada launching produk Leonora Residence yang cukup besar di Serpong dan terjual 100 persen,” ujar Jemmy kepada Bisnis, Kamis (4/5/2023).

Sementara untuk capaian marketing sales Rp655 per kuartal I/2023, segmen rumah masih menjadi kontributor utama dengan capaian Rp443 miliar. Jumlah tersebut setara 68 persen dari total capaian tiga bulan pertama 2023.

Berikutnya segmen perbelanjaan berkontribusi Rp130 miliar atau 20 persen, apartemen sebesar Rp51 miliar atau 8 persen, lahan sebesar Rp18 miliar atau 3 persen, serta perkantoran dan lain-lain sebesar Rp13 miliar atau setara 2 persen.

Adapun SMRA menargetkan marketing sales sebesar Rp5 triliun untuk 2023. Dengan demikian capaian Rp655 miliar per kuartal I/2023 baru sekitar 13,1 persen dari total target.

Jemmy mengatakan untuk mencapai target tersebut SMRA akan lebih agresif dalam meluncurkan produk-produk baru memasuki semester II/2023. Hal ini dilakukan dengan tetap melakukan penjualan produk secara reguler.

SMRA berencana peluncuran beberapa produk baru dan penjualan produk inventori di kawasan-kawasan yang telah dikembangkan seperti Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar dan Bogor.

“Rencana launching produk-produk baru bersifat dinamis sehingga dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan pasar sehingga lebih tepat sasaran,” katanya.

Sebagai informasi, SMRA mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp1,49 triliun pada tiga bulan pertama 2023. Pendapatan naik 2,02 persen dari Rp1,46 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kemudian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp271,71 miliar pada tiga bulan pertama 2023. Laba ini naik 55,22 persen dari Rp175,04 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dia mengatakan meningkatnya laba berkat dicabutnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan mulai pulihnya perekonomian pasca pandemi Covid-19. Selain itu, SMRA juga berhasil menekan biaya keuangan sebesar 43 persen dari Rp303,5 miliar menjadi Rp173,5 miliar per kuartal I/2023.

“Peningkatan kinerja secara bottom line naik 55 persen YoY menjadi Rp 271,7 miliar di kuartal I/2023 terutama didukung dari adanya penurunan biaya keuangan sebesar 43 persen YoY dari Rp303,5 miliar menjadi Rp 173,5 miliar,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper