Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Bitcoin Naik di US$29.000, Waspada Manuver The Fed

Bitcoin pada Kamis pagi berada di level US$29.040 per koin atau meningkat 2,36 persen dalam 24 jam.
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Ilustrasi Bitcoin. Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya masih tertekan beberapa sentimen seperti ekspektasi suku bunga The Fed, data inflasi Amerika Serikat serta pengeluaran konsumsi pribadi (PCE). Bitcoin dinilai sulit menembus level US$30.000 setelah seminggu terakhir anjlok hingga US$27.000 per koin. 

Berdasarkan data coinmarketcap, Kamis (27/4/2023), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu berada di level US$29.040 per koin atau meningkat 2,36 persen dalam 24 jam. Sementara jika diakumulasikan selama sepekan, BTC telah naik 0,62 persen. 

Kemudian, aset kripto terbesar kedua, Ethereum (ETH) masih bertahan di posisi US$1.907 per koin atau naik 1,99 persen dalam 24 jam dan turun 1,97 dalam sepekan. 

Lain hal dengan stablecoin seperti USDC dan USDT yang justru nyaman berada di zona merah. USDT berada di level US$1 per koin atau turun 0,1 persen dalam 24 jam, sedangkan USDC berada di level US$0,99 per koin atau turun 0,01 dalam 24 jam. 

Koin meme Dogecoin (DOGE) melanjutkan pelemahan sebesar 0,16 persen dalam 24 jam dan berada di posisi US$0,079 per koin. Cardano (ADA) berhasil bangkit 2,90 persen dalam sehari ke level US$0,40 per koin. 

Melansir CNBC.com, analis pasar kripto Bitbank Crypto Exchange Yuya Hasegawa mengatakan kemunduran kripto selama seminggu terakhir tidak meniadakan tren naik year-to-date. Menurutnya, ketidakpastian masih membayangi kripto.

“Pasar kripto belajar bulan lalu bahwa krisis perbankan bekerja dengan baik untuk harga bitcoin tetapi kita perlu mendekatinya dari berbagai sudut,” kata Yuya Hasegawa. 

Pedagang mengamati Federal Reserve untuk keputusan terbarunya tentang apakah akan berhenti menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi tinggi dan kapan memulai pemangkasan suku bunga. 

Pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya akan berlangsung minggu depan, dan pembacaan terbaru tentang data pengukur inflasi pilihan The Fed, pengeluaran konsumsi pribadi, akan keluar pada akhir minggu ini. 

“Pasar berjangka Fed Funds menetapkan harga pada awal penurunan suku bunga akhir tahun ini, dan itu bisa menjadi sumber kekecewaan jika Fed terus menahan diri untuk tidak mengomentari atau bahkan menyangkal kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini,” lanjutnya. 

Yuya mengatakan Bitcoin tetap dalam tren naik year-to-date tetapi level resistensinya di antara US$28.800 dan US$29.000 bisa menjadi bisa sulit ditembus sampai pengumuman inflasi pada Jumat besok. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper