Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Punya Kas Segunung, Anggaran Investasi Astra (ASII) Rp15 Triliun

PT Astra International Tbk. (ASII) menjatahkan sebesar Rp15 triliun untuk melakukan investasi sepanjang tahun 2023 ini. 
Presiden Direktur PT Astra International Tbk. (ASII) Djony Bunarto Tjondro saat konferensi pers pemaparan publik, Kamis (22/9/2022)/Bisnis-Rinaldi Mohammad Azka.rnrn
Presiden Direktur PT Astra International Tbk. (ASII) Djony Bunarto Tjondro saat konferensi pers pemaparan publik, Kamis (22/9/2022)/Bisnis-Rinaldi Mohammad Azka.rnrn

Bisnis.com, JAKARTA - PT Astra International Tbk. (ASII) menjatahkan sebesar Rp15 triliun untuk melakukan investasi sepanjang tahun 2023 ini. 

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan ASII mencadangkan dana sekitar Rp15 triliun untuk melakukan investasi di luar dana belanja modal.

"Investasi di bidang apa saja, lini bisnis apa saja, belum bisa kami beberkan saat ini," kata Djony dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Astra International, Rabu (19/4/2023). 

Dia melanjutkan investasi yang dilakukan ASII akan sejalan dengan strategi ekspansi bisnis ASII yang fokus terhadap 7 lini bisnis ASII. Djony menuturkan ASII akan berinvestasi di sektor baru atau lini bisnis baru yang bisa menjadi kontributor yang baik, dan bisa menjadi pendorong pertumbuhan bisnis ASII untuk jangka panjang.

Untuk 2023 ini, Djony mengatakan ASII akan menganggarkan belanja modal sebesar Rp24 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan angka tahun 2019 sebelum pandemi, yakni Rp14,3 triliun.

"Jadi dari sini kita bisa merefleksikan bagaimana grup Astra di tengah situasi pandemi menuju endemi, dan bahkan kalau kita lihat di 2021 kami tetap mengeluarkan belanja modal dan investasi," ujar Djony. 

Adapun salah satu lini usaha ASII yang akan melakukan investasi baru adalah PT United Tractors Tbk. (UNTR). Sebelumnya, Presiden Direktur UNTR Frans Kesuma menyampaikan UNTR akan terus mencari tambang-tambang mineral dan energi baru yang fokus di energi terbarukan untuk diakuisisi.

"Dari sisi modal tidak terlalu sulit, bisa menggunakan kas internal dan pinjaman. Kami mencoba mencari aset-aset yang tersedia di pasar," tuturnya. 

Sementara itu, Direktur UNTR Iwan Hadiantoro mengatakan UNTR saat ini masih memiliki kas yang kuat, dengan posisi neraca keuangan yang sehat. Selain itu, utang UNTR juga masih terbilang cukup rendah. 

Iwan menilai hal ini memungkinkan UNTR mengembangkan strategi ekspansi ke depannya. 

"Kami akan terus menjajaki sektor akuisisi tambang mineral di luar batu bara dan EBT, walaupun kami membayar dividen yang lebih besar tahun ini. kami akan konsisten melakukan hal ini," kata Iwan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper