Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sawit Sumbermas (SSMS) Cetak Laba Bersih Rp1,82 Triliun Sepanjang 2022

Emiten kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) berhasil mencetak kenaikan laba hingga 21,2 persen menjadi Rp1,82 triliun sepanjang 2022.
Jajaran Komisaris dan Direksi emiten perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) berfoto bersama selepas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (23/5/2022).
Jajaran Komisaris dan Direksi emiten perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) berfoto bersama selepas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (23/5/2022).

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) berhasil mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2022 setelah membukukan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 21,2 persen dari Rp1,51 triliun di 2021 menjadi Rp1,82 triliun pada 2022.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, emiten berkode SSMS ini mencatatkan penjualan sebesar Rp7,26 triliun atau meningkat 39,55 persen dari periode yang sama atau year-on-year (yoy). Pada tahun 2021, SSMS membukukan penjualan sebesar Rp5,20 triliun.

Penjualan SSMS terdiri dari penjualan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga untuk minyak kelapa sawit, inti sawit, dan tandan buah segar.

Secara rinci, penjualan kepada pihak berelasi untuk minyak kelapa sawit meningkat 20,13 persen menjadi Rp5,29 triliun, inti sawit meroket naik 177,7 persen menjadi Rp398,41 miliar, dan tandan buah segar naik naik 61,09 persen menjadi Rp228,08 miliar.

Sementara dari penjualan pihak ketiga untuk minyak kelapa sawit mencapai Rp1 triliun pada 2022 dari sebelumnya nihil pada 2021. Sementara penjualan inti sawit naik untuk pihak ketiga melorot 94,75 persen menjadi Rp5,11 miliar, danpenjualan minyak inti sawit turun 19,46 persen menjadi Rp333,59 miliar.

Naiknya penjualan tersebut membuat beban pokok penjualan SSMS juga terkerek naik 43,18 persen dari Rp2,99 triliun menjadi Rp4,29 triliun pada 2022. Meski demikian, perseroan masih mampu mencatatkan kenaikan laba kotor sebesar 34,63 persen menjadi Rp2,96 dari Rp2,20 triliun.

Setelah dikurangi berbagai beban yang berhasil diefisienkan, SSMS mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat hingga 21,24 persen dari Rp1,52 triliun menjadi Rp1,84 triliun pada 2022.

Adapun jumlah aset SSMS meningkat tipis 0,86 persen dari Rp13,85 triliun di akhir tahun 2021 menjadi Rp13,96 triliun pada akhir 2022.

Di sisi lain, jumlah liabilitas turun 2,81 persen dari Rp7,74 triliun pada 31 Desember 2021 menjadi Rp7,52 triliun pada 31 Desember 2022. Kemudian untuk kas dan setara kas akhir periode terjadi penurunan 48,35 persen dari Rp1,83 triliun menjadi Rp946,86 miliar.

Sebelumnya, SSMS optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja hingga 20 persen pada tahun 2023. Peningkatan penjualan produk hilir hingga riset – riset terkait menjadi sejumlah upaya perusahaan untuk mengerek naik performa keuangan.

Sekretaris Perusahaan SSMS Swasti Kartikaningtyas mengatakan pihaknya optimistis mampu mencatatkan kinerja yang lebih baik pada tahun 2023. SSMS membidik pertumbuhan laba bersih dan pendapatan sekitar 15 persen hingga 20 persen untuk tahun 2023.

Swasti memaparkan optimisme perusahaan salah satunya ditopang oleh tingginya permintaan pada produk – produk dari sektor hilir. Oleh karena itu, SSMS berkomitmen untuk memaksimalkan penjualan ke anak usahanya, yaitu PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT).

“Penjualan kepada CBUT sebagai refinery akan kami maksimalkan, karena saat ini permintaan produk – produk CBUT sangat banyak dari luar negeri,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (27/12/2022).

Selain itu, SSMS juga telah mempersiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp900 miliar hingga Rp1 triliun. Penggunaan dana tersebut akan diprioritaskan untuk inovasi penelitian, digitalisasi sistem IT operasional, serta pembaharuan mekanisasi guna menggenjot produksi.

Dari sisi operasional, Swasti mengatakan SSMS membidik pertumbuhan produksi CPO sekitar 20 persen untuk tahun 2023. Guna mencapai target tersebut, SSMS akan lebih memaksimalkan pemupukan dan juga peningkatan riset untuk potensial pembuahan.

Ia melanjutkan peningkatan riset dilakukan untuk mengantisipasi tingginya curah hujan pada 2023. Hal tersebut akan mempengaruhi produksi perusahaan sepanjang tahun depan.

“Dengan riset internal kami terhadap pemupukan akan dapat memaksimalkan produksi tandan buah segar untuk mencapai target laba dan pendapatan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper