Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten CPO Grup Jhonlin (PGUN) Siap Akuisisi Lahan Kebun Sawit

Pradiksi Gunatama (PGUN) akan melakukan transaksi pembelian aset berupa lahan perkebunan kelapa sawit senilai Rp235,63 miliar.
Pradiksi Gunatama (PGUN) akan melakukan transaksi pembelian aset berupa lahan perkebunan kelapa sawit senilai Rp235,63 miliar. /PGUN
Pradiksi Gunatama (PGUN) akan melakukan transaksi pembelian aset berupa lahan perkebunan kelapa sawit senilai Rp235,63 miliar. /PGUN

Bisnis.com, JAKARTA – Entitas Grup Jhonlin PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) menyiapkan rencana pembelian aset perkebunan kelapa sawit.

Direktur Keuangan Pradiksi Gunatama Tamlikho mengatakan perusahaan akan melakukan transaksi pembelian aset berupa lahan
perkebunan kelapa sawit milik PT Langgai Agrindo Agung dan PT Bumi Paser Agrindo dengan total transaksi senilai Rp235,63 miliar.

"Berdasarkan Laporan keuangan audited Per 31 Desember 2022 ekuitas perseroan Rp 1,42 triliun. Perbandingan Nilai Transaksi dengan ekuitas sebesar 16,49 persen sehingga transaksi bukan merupakan transaksi material," jelasnya dalam keterangan resmi.

Pada 2022, sambung Tamlikho, kinerja perseroan yang melesat dimotori oleh harga jual rata-rata crude palm oil (CPO). Menurutnya terdapat kenaikan hingga Rp1.700 per kg pada tahun lalu.

“Laba tersebut juga disebabkan oleh peningkatan rata-rata harga jual CPO, pada 2021 rata-rata harga CPO adalah Rp11.000 per kg, menjadi rata-rata sebesar Rp12.700 per kg pada 2022” kata Tamlikho dalam keterangan resmi hari ini, Senin (27/3/2023).

Sementara itu, dari sisi operasional PGUN mencatatkan peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti yang dihasilkan perseroan dari 243.726 ton menjadi 197.779 ton menjadi 243,726 ton pada 2022. Lalu produksi CPO juga ikut menanjak dari 62.650 ton menjadi 72.118 ton.

Tamlikho menambahkan kenaikan kinerja perseroan berkat aksi korporasi berupa merger dengan PT Senabangun Anekapertiwi akhir 2022 lalu. Dia mengharapkan terjadi efisiensi dari sisi biaya operasional PGUN dan memangkas dari segi birokrasi dalam operasional PGUN.

Adapun pada tahun ini, Manajemen PGUN menargetkan peningkatan kapasitas pabrik CPO dari 60 ton TBS per jam menjadi 90 ton TBS per jam. Oleh sebab itu peningkatan produksi CPO pada tahun ini juga diharapkan akan meningkat signifikan.

Sebelumnya Direktur Keuangan PGUN Tamlikho mengatakan para pemegang saham sudah menyetujui rencana merger Pradiksi Gunatama dengan Senabangun Anekapertiwi.

Menurutnya usai penggabungan usaha maka area tertanam perkebunan sawit PGUN menjadi seluas 21.000 hektar.Lalu, kapasitas produksi CPO di pabrik PGUN menjadi 90 ton per jam dari sebelumnya 60 ton per jam.

Lebih lanjut Tamlikho menyebutkan PGUN sudah bisa mencatatkan kinerja keuangan hasil merger dengan Senabangun Anekapertiwi pada Maret 2023. "Pendapatan di 2023 bisa mencapai Rp1,3 triliun, dengan perolehan laba bersih sebesar Rp190 miliar," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (21/12/2022).

Sementara itu, total pendapatan PGUN tahun ini diperkirakan lebih dari Rp1 triliun dengan laba bersih Rp148 miliar. "Proyeksi pendapatan di 2022 itu lebih tinggi 5-7 persen dari target kami sebelumnya," ucap Tamlikho.

Menurut dia, pencapaian di sepanjang tahun ini ditopang oleh tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO). PGUN, lanjutnya, mampu meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS) dibanding tahun sebelumnya. "Target kinerja keuangan di 2023 akan tercapai, dengan asumsi harga CPO sekitar Rp12.000," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper