Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pergerakan Harga Emas Hari Ini saat Siaga Satu Saham Deutsche Bank

Emas berpeluang dijual selama bergerak di bawah level resistance di US$1.982, karena berpotensi bergerak turun menguji support terdekat di US$1.968.
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US$1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi./Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US$1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi./Bloomberg
Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global akan dibayangi oleh sentimen volatilitas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Tim analis Monex Investindo Futures menjelaskan emas berpeluang bergerak turun di tengah outlook menguatnya dolar AS karena pernyataan yang cenderung hawkish dari pejabat Fed serta solidnya data manufaktur dan sektor jasa AS.

“Namun, sebaiknya pasar waspadai masih adanya kekhawatiran terhadap krisis perbankan yang dapat memicu permintaan aset safe haven logam mulia,” jelas analis Monex, Senin (27/3/2023).

Menurutnya, emas berpeluang dijual selama bergerak di bawah level resistance di US$1.982, karena berpotensi bergerak turun menguji support terdekat di US$1.968 per troy ounce.

Kendati demikian, jika emas dapat bergerak naik hingga menembus ke atas level US$1.982 per troy ounce, emas berpeluang dibeli karena berpotensi naik lebih lanjut membidik resistance selanjutnya di US$1.990 per troy ounce.

Mengutip Investing, Senin (27/3/2023), harga emas mundur pada perdagangan Senin karena para pedagang mengunci keuntungan setelah kenaikan yang kuat. Namun, posisi emas tetap mendekati level kunci yang dicapai minggu lalu karena kekhawatiran krisis perbankan global membuat permintaan safe haven tetap tinggi.

Harga emas melonjak ke lebih dari US$2.000 minggu lalu di tengah kekhawatiran domino jatuhnya bank-bank AS dan Eropa, dengan keuntungan logam kuning sebagian besar melampaui dolar sebagai aset safe haven tahun ini.

Emas tertekan aksi ambil untung pada Senin, lantaran di bawah tekanan dari sedikit kebangkitan dolar setelah beberapa pejabat Federal Reserve mengatakan bank dapat menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lagi.

Pejabat AS dan Eropa memperingatkan selama akhir pekan bahwa sektor perbankan sedang diawasi secara ketat untuk tanda-tanda potensi krisis kredit. Sumber kekhawatiran pasar terbaru datang dari Deutsche Bank AG, yang sahamnya anjlok minggu lalu setelah biaya mengasuransikan utang bank terhadap potensi gagal bayar atau CDS melonjak mendekati level tertinggi lima tahun.

Pelaku pasar mengkhawatirkan keruntuhan bank Eropa mana pun setelah Credit Suisse Group diakuisisi oleh kompetitornya UBS Group AG dalam kesepakatan darurat yang ditengahi oleh regulator Swiss. 

15:01 WIB
Emas Comex melemah US$1.991

Harga emas spot masih terkoreksi 0,35 persen atau 6,85 poin ke US$1.971,36 per troy ounce pada 15.58 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Juni 2023 turun 0,53 persen atau 10,60 poin ke US$1.991,10 per troy ounce.

13:50 WIB
Emas spot turun 0,44 persen

Harga emas spot turun 0,44 persen atau 8,73 poin ke US$1.969,48 per troy ounce pada 13.42 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Juni 2023 ambles 0,74 persen atau 14,90 poin ke US$1.986,80 per troy ounce. 

11:18 WIB
Emas Comex turun US$1.994

Harga emas spot melemah 0,19 persen atau 3,69 poin ke US$1.974,52 per troy ounce pada 11.16 WIB.

Adapun emas Comex kontrak Juni 2023 turun 0,35 persen atau 7,10 poin ke US$1.994,60 per troy ounce. 

09:14 WIB
Emas Comex dan spot kompak turun

Harga emas spot melemah 0,20 persen atau 3,99 poin ke US$1.974,22 per troy ounce pada 09.09 WIB.

Adapun emas Comex kontrak Juni 2023 melemah 0,38 persen atau 7,70 poin ke US$1.994,00 per troy ounce. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Bloomberg/Investing
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper