Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Lippo Multipolar (MLPL) Catat Penjualan Rp10,85 Triliun, Laba Turun

Multipolar (MLPL) mencatatkan penjualan senilai Rp10,85 triliun dan laba bersih Rp151,22 miliar sepanjang 2022.
Presiden Direktur dan CEO PT Multipolar Tbk. (MLPL) Adrian Suherman dalam webinar Multipolar, Selasa (14/12/2021)/Bisnis-Annisa Kurniasari Saumi.
Presiden Direktur dan CEO PT Multipolar Tbk. (MLPL) Adrian Suherman dalam webinar Multipolar, Selasa (14/12/2021)/Bisnis-Annisa Kurniasari Saumi.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten investasi Grup Lippo PT Multipolar Tbk. (MLPL) atau MPC mencatatkan penurunan laba sepanjang 2022. Padahal penjualan MLPL tercatat naik sepanjang 2022.

Adapun, MLPL mencatatkan penjualan senilai Rp10,85 triliun sepanjang 2022. Penjualan ini naik 5,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,31 triliun.

MLPL memiliki saham pada emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF), PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), dan bisnis teknologi PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT). 

Sepanjang 2022, MLPL mencatatkan penjualan eceran dan distribusi sebesar Rp7,05 triliun atau naik 1,84 persen, penjualan teknologi informasi sebesar Rp3,37 triliun atau naik 14,7 persen, dan administrasi saham dan lainnya senilai Rp427,61 miliar atau turun 2,75 persen.

Penjualan MLPL ini sebagian besar dilakukan kepada pihak ketiga, yakni senilai Rp10 triliun atau naik 5,67 persen. Sementara itu, penjualan ke pihak berelasi adalah sebesar Rp797,54 miliar atau naik 1,07 persen.

Naiknya penjualan MLPL ini diikuti oleh meningkatnya beban pokok penjualan sebesar 5,78 persen menjadi Rp8,94 triliun sepanjang 2022, dibandingkan dengan Rp8,45 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

MLPL masih mencatatkan laba bruto yang naik 3,25 persen menjadi Rp1,91 triliun, dari Rp1,85 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Meski demikian, MLPL mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp151,22 miliar. Laba bersih ini turun 24,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp201,25 miliar.

Adapun hingga akhir Desember 2022, MLPL mencatatkan jumlah aset senilai Rp12,84 triliun, turun dibandingkan akhir Desember 2021 sebesar Rp14,76 triliun.

Jumlah liabilitas MLPL turun menjadi Rp8,35 triliun per 31 Desember 2022, dari Rp10,23 triliun per 31 Desember 2021. Sementara itu, jumlah ekuitas MLPL sepanjang 2022 sebesar Rp4,48 triliun, turun dari akhir 2021 yang sebesar Rp4,52 triliun.

Kemudian untuk kas dan setara kas akhir periode terjadi penurunan 37,88 persen dari Rp2,43 triliun menjadi Rp1,51 triliun.

CEO & Presiden Direktur MPC Adrian Suherman mengatakan perusahaan sangat senang melihat Indonesia mulai pulih dari masa pandemi serta munculnya banyak peluang bisnis baru.

"Setelah melakukan berbagai konsolidasi & penataan ulang bisnis kami, termasuk optimalisasi neraca keuangan, melakukan investasi-investasi strategis baru, meningkatkan kualitas operasional dan memperkuat tim inti, Multipolar berada dalam posisi yang kuat untuk memanfaatkan momentum ini," jelasnya, Minggu (19/3/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper