Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Sinarmas (DMAS) Prediksi Penjualan Lahan Stagnan Jelang Pemilu

DMAS menilai beberapa calon investor lahan industri memilih untuk wait & see perkembangan dari Pemilu 2024.
Kota Deltamas, proyek  PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS).
Kota Deltamas, proyek PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS).

Bisnis.com, JAKARTA — Grup Sinarmas, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) memperkirakan penjualan lahan bakal lesu jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Adapun DMAS memasang target marketing sales atau prapenjualan Rp1,8 triliun untuk 2023, stagnan dari tahun lalu.

Head of Investor Relations DMAS Ricardo Arif Dharmawan mengatakan beberapa calon investor memilih untuk melihat perkembangan dari Pemilu 2024. Hal ini yang membuat DMAS menetapkan target yang sama dengan 2022.

“Saya rasa kita harus tetap prudent ya artinya ada potensi pembeli mau lihat-lihat situasi apalagi ini kan mendekati tahun politik ,” ujar Ricardo dalam acara Emiten Talk: FDI Series - Stockbit x DMAS dikutip Kamis (16/3/2023).

Dia mengatakan average selling price (ASP) atau harga rata-rata jual lahan telah meningkat pada 2022. DMAS mematok harga lahan sebesar Rp2,2 juta sampai Rp2,3 juta pada 2021. Harga ini meningkat menjadi Rp2,6 juta sampai Rp2,7 juta pada 2022.

Adapun harga lahan berpotensi naik meski tidak signifikan pada 2023. Dia menyebut kenaikan harga lahan sekitar 5 persen sampai 10 persen merupakan suatu hal yang wajar.

Dalam kesempatan yang sama Direktur DMAS Hermawan Wijaya mengatakan perseroan memang berhati-hati dalam mengejar target marketing sales Rp1,8 triliun. Adapun dia menyebut dapat memberi harga khusus sambil mengejar target marketing sales.

“Kita bisa lihat ada margin yang bagus ya why not. Kita kasih harga khusus, tapi harus capai marketing sales-nya,” tuturnya.

Menurut dia, untuk area pusat data atau data center DMAS membuka harga penawaran sekitar Rp3 juta per lahan. Namun, seiring dengan adanya negosiasi DMAS dapat memberikan harga sekitar Rp2,7 juta sampai Rp2,8 juta per lahan tergantung luas lahan yang diambil.

Sementara itu, untuk area komersial DMAS mematok harga Rp7 juta per meter persegi. Perbedaan margin antara area industri dengan komersial disebut dapat lebih tinggi apabila penjualan lahan komersial moncer pada tahun-tahun berikutnya.

Selain itu, dia menyebut DMAS juga akan mencoba menaikkan harga jual lahan untuk beberapa area industri lainnya. 

Kemudian, DMAS juga melihat peluang dari suatu industri yang memiliki turunan, seperti sektor rantai pasokan. Hal ini dapat mengundang investor yang tertarik untuk mengembangkan turunan suatu industri sehingga DMAS dapat mengambil keuntungan dari rantai pasokan.

Sebagai informasi, DMAS menargetkan marketing sales Rp1,8 triliun pada 2023, target ini tidak berubah dari tahun 2022.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto mengatakan penjualan lahan industri akan menjadi kontributor utama dalam mencapai target tersebut. Terlebih lagi permintaan lahan industri mencapai 90 hektare pada awal 2023.

“Permintaan dari data center masih yang terbesar,” ujar Tondy dalam siaran pers, Kamis (2/2/2023).

Lebih lanjut, dia mengatakan data center atau pusat data menjadi kontributor utama capaian marketing sales Rp1,86 triliun pada 2022. DMAS juga telah menjual 60 hektare lahan industri sepanjang 2022.

DMAS mencatatkan prapenjualan atau marketing sales Rp1,86 triliun sepanjang 2022. Angka ini naik 3,6 persen dari capaian Rp1,8 triliun pada 2021.

DMAS juga akan mengembangkan kawasan hunian dan komersial dengan menghadirkan fasilitas dan infrastruktur sosial. Pengembangan ini dinilai akan memberi peluang bagi para pelaku usaha komersial.

Kemudian permintaan lahan industri di sektor lain juga sudah bermunculan. Salah satunya adalah sektor seperti otomotif dan turunannya.

DMAS membuka peluang besar untuk industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) agar dapat bergabung dengan kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas. Terlebih lagi ekosistem otomotif dan auto related juga telah terbentuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper