Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Astra (ACST) Gaet Kontrak Rp2,1 Triliun, Naik 388 Persen

Emiten Grup Astra PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp2,1 triliun sepanjang 2022.
Sebuah crane tengah beroperasi di proyek Wisma Pertamina. Proyek tersebut  digarap oleh PT Acset Indonusa Tbk. pada 2018./acset
Sebuah crane tengah beroperasi di proyek Wisma Pertamina. Proyek tersebut digarap oleh PT Acset Indonusa Tbk. pada 2018./acset

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Astra PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp2,1 triliun sepanjang 2022. Adapun capaian tersebut naik hingga 388 persen dari realisasi sebesar Rp430 miliar pada 2021.

Corporate Secretary ACST Kadek Ratih Paramita mengatakan sektor struktur berkontribusi hingga 42 persen dari capaian kontrak baru tersebut. Kemudian, sektor infrastruktur berkontribusi hingga 33 persen, dan sektor fondasi sebesar 25 persen.

“Realisasi kontrak baru yang kami dapatkan hingga bulan Desember 2022 ini telah mencapai Rp2,1 triliun,” ujar Kadek kepada Bisnis, Selasa (7/3/2023).

Dia mengatakan kontrak dari pembangunan proyek sektor fondasi yang diperoleh ACST adalah pembangunan Eka Hospital – Bore pile dan D.Wall, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) – UGM Yogyakarta, dan Tol Yogya Bawen Seksi 1.

Kemudian untuk proyek struktur adalah Mass House Cluster Sentatrum – Asya Sentarum, PT Astra Daihatsu Motor Welding & CKD (Completely Knock Down) Press Part Building, dan Asya Genova fase 1. 

Sementara dari sektor infrastruktur adalah pembangunan fasilitas pabrik PT Astra Daihatsu Motor dan PT Astra Honda Motor Paket 2.

Mengenai target kontrak baru di 2023, dia enggan membeberkan berapa target ditetapkan oleh ACST di 2023. Dia hanya menyebut ACST akan aktif berpartisipasi dalam mencari peluang-peluang yang tersedia untuk memperoleh tambahan kontrak baru. 

“Terkait target kami untuk tahun 2023 ini kebijakan perusahaan adalah tidak dapat menyampaikan secara detail. Namun, ACSET akan tetap aktif berpartisipasi dalam peluang-peluang yang tersedia di 2023,” tuturnya.

Beberapa kontrak yang ditargetkan oleh ACST adalah pekerjaan konstruksi di bidang fondasi, struktur atau bangunan, infrastruktur dan industrial. Dalam mengincar kontrak baru ACST akan fokus mencari proyek yang sesuai dengan kompetensi dan kapasitas demi menghindari dampak-dampak yang tidak diinginkan.

Dia juga enggan membeberkan berapa dana anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang disiapkan oleh ACST di 2023. Menurutnya capex akan melihat pada kebutuhan proyek yang sedang berjalan dan juga proyek yang akan diperoleh ke depannya.

“Kebutuhan-kebutuhan ini akan disesuaikan dengan ketersediaan alat dan schedule pelaksanaan kontrak-kontrak baru. Sementara untuk sumber dananya berasal dari kas internal,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper