Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Saham IPO PGEO Dibuka Lesu Meski Oversubscribed

Saham PGEO dibuka melemah meskipun oversubscribed atau kelebihan permintaan 3,81 kali saat IPO.
Saham PGEO dibuka melemah meskipun oversubscribed atau kelebihan permintaan 3,81 kali saat IPO. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Saham PGEO dibuka melemah meskipun oversubscribed atau kelebihan permintaan 3,81 kali saat IPO. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) resmi melantai di Bursa, Jumat (24/2/2023). Sahamnya justru bergerak di zona merah saat pembukaan bursa meskipun oversubscribe saat IPO.

Pada pukul 09.12 WIB, saham PGEO terpantau turun 6,29 persen atau 55 poin ke Rp820 dari harga penawaran awal Rp875. Sepanjang pagi ini, saham PGEO bergerak di rentang Rp815-Rp925.

Kapitalisasi pasarnya senilai Rp33,94 triliun. Total transaksinya mencapai Rp174,62 miliar dalam 12.997 kali transaksi. 

Perseroan menawarkan ke masyarakat sebanyak 10,35 miliar saham biasa atas nama, yang mewakili sebesar 25,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan dan ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp875 setiap saham. Perseroan telah melaksanakan Penawaran Umum sejak 20 - 22 Februari 2023 dan berhasil meraih dana sebesar Rp9,05 triliun.

Lebih lanjut Perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,50 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham atau sebanyak banyaknya 630.398.000 saham untuk Program Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program/ MESOP).

Penawaran Umum IPO Perseroan juga mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed hingga 3,81 kali dari porsi pooling, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat cerah bagi Perseroan dan sebagai indikator positif tingkat kepercayaan investor kepada PGEO.

Direktur Utama PGEO Ahmad Yuniarto mengatakan pelepasan saham perdana atau IPO (initial public offering) untuk mendukung rencana Perseroan mengembangkan kapasitas terpasang Perseroan sebesar 600 MW hingga 2027 mendatang. 

Perseroan menargetkan untuk meningkatkan basis kapasitas terpasangnya yang dioperasikan sendiri, dari 672MW saat ini menjadi 1.272MW pada tahun 2027. Selain juga mendukung ambisi PGE untuk terus tumbuh dan mengembangkan seluruh value chain dari sumber daya panas bumi Indonesia

Berdasarkan informasi dan data dari prospektus, kapasitas pembangkit listrik panas bumi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan kuat dari sekitar 2,8GW pada 2022 menjadi sekitar 6,2GW di tahun 2030, dengan CAGR sekitar 10,4 persen, dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata global pada CAGR sekitar 3,9 persen dalam periode yang sama. 

Pada 2030, Indonesia akan memiliki kapasitas panas bumi terbesar dunia dengan menyumbang sebesar 28 persen dari proyeksi kapasitas panas bumi bersih secara global. Pertumbuhan ini didukung oleh potensi sumber daya panas bumi Indonesia yang signifikan, pertumbuhan permintaan pasar yang pesat serta dukungan kebijakan sebagai bagian utama dari roadmap pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper