Mengekor Wall Street, IHSG Ditutup Anjlok Jelang Meeting The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup anjlok 0,92 persen menjelang pertemuan The Fed.
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di kantor PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari pertama perdagangan saham tahun 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup anjlok 0,92 persen menjelang pertemuan The Fed. Analis melihat terdapat katalis lain yang menyebabkan IHSG ditutup turun pada zona merah hari ini.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG turun ke zona merah tidak semata-mata akibat FOMC The Fed yang akan dilakukan malam nanti.  

"Pelemahan IHSG ini diperkirakan terkait dengan faktor psikologis dari pelemahan lebih dari 2 persen pada indeks-indeks Wall Street di perdagangan Selasa kemarin," kata Valdy, Rabu (22/2/2023).

Dia melanjutkan pelemahan IHSG memang berkaitan dengan peningkatan ekspektasi bahwa The Fed masih akan menaikan suku bunga acuan untuk beberapa kali lagi di 2023 ini. Apalagi, data terbaru menunjukan indeks komposit PMI (flash) di AS sudah kembali ke atas 50 di Februari 2023. 

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa inflasi di AS masih cukup sulit untuk turun signifikan dalam waktu dekat ini. "Dengan demikian menurut saya, pelemahan hari ini ada faktor psikologis juga dari penurunan dalam Wall Street di perdagangan Selasa," tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan secara umum kebijakan peningkatan suku bunga The Fed bisa memicu peningkatan fluktuasi atau memberikan tekanan jangka pendek pada saham-saham rate-sensitive terutama bank, properti, dan otomotif.

Sebagai informasi, IHSG hari ini ditutup turun 0,92 persen ke level 6.809,96. Sebanyak 173 saham menguat, 353 saham melemah, dan 190 saham stagnan. 

Sebanyak 16,6 miliar saham ditransaksikan dengan nilai Rp8,7 triliun hari ini. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau turun menjadi Rp9.446 triliun.

Emiten produsen motor listrik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) terkoreksi paling dalam atau menjadi top losers pada perdagangan hari ini, Rabu (22/2/2023). 

Mengekor SLIS, terdapat saham PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) dan emiten milik suami Ketua DPR RI Puan Maharani, Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) di jajaran top losers hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, SLIS, NZIA, dan RAJA masing-masing terkoreksi 6,93 persen, 6,92 persen dan 6,91 persen. SLIS, NZIA dan RAJA itu masing-masing parkir di harga Rp188, Rp242 dan Rp875 pada perdagangan hari ini.

Selain ketiga emiten itu, ada AMAN, INDR, LIFE, CBRE, BSML, BRIS, dan FORU yang masing-masing mengalami koreksi sebesar 6,90 persen, 6,86 persen, 6,85 persen, 6,85 persen, 6,78 persen, 6,76 persen dan 6,67 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper