Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Menguat, GOTO, ASII, dan BYAN Kompak Menghijau

IHSG dibuka di posisi 6.945 atau naik 0,07 persen dibandingkan dengan posisi penutupan kemarin di tengah penguatan saham GOTO, ASII, BYAN.
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke zona hijau pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (9/2/2023).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di posisi 6.945 atau naik 0,07 persen dibandingkan dengan posisi penutupan kemarin. IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.947,47 sesaat setelah perdagangan.

Tercatat, 162 saham menguat, 128 saham melemah, dan 224 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau berada di Rp9.584 triliun.

Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) terpantau menjadi yang paling tinggi kenaikannya, dengan apresiasi sebesar 22,91 persen ke Rp2.200 per saham. Emiten Sultan Subang PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) kembali menguat 17,05 persen ke Rp103 per saham.

GOTO memimpin kenaikan di jajaran saham berkapitalisasi besar dengan kenaikan 1,67 persen ke Rp122. Kemudian disusul ASII dan BYAN yang masing-masing naik 0,86 persen dan 0,78 persen pada awal perdagangan.

Sementara itu, saham big caps yang melemah di antaranya adalah TLKM sebesar 0,52 persen, UNVR turun 0,50 persen, dan TPIA melemah 0,43 persen.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan tertekan pada perdagangan hari ini, Kamis (9/2/2023), seiring dengan pelemahan Wall Street.  Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan terbentuknya pola spinning top menjadikan IHSG rawan terhadap potensi profit taking, terutama jika tertahan di bawah level 6.950–6.970.

“Arahan negatif dari Wall Street juga berpotensi menekan IHSG pada hari ini,” katanya dalam riset harian, dikutip Kamis (9/2/2023).

Sebelumnya, Indonesia Consumer Confidence Index naik ke 123 di Januari 2023 dari 119,9 di Desember 2022. Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa terdapat potensi akselerasi pemulihan konsumsi domestik, setidaknya di awal tahun 2023. Dari dalam negeri, jika realisasi pertumbuhan penjualan ritel di Desember 2022 lebih baik dari pertumbuhan November 2022, maka saham-saham consumers berpotensi kembali menguat di Kamis.

Selain semua faktor di atas, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh rilis kinerja keuangan 2022. BRIS, SIDO dan BBTN adalah sejumlah konstituen LQ45 yang diperkirakan merilis laporan keuangan 2022 di pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper