Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Apartemen Lesu, Metland (MTLA) Andalkan Sewa Huni

PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) menyebut penjualan segmen apartemen belum signifikan sepanjang 2022.
Jajaran komisaris dan jajaran direksi PT Metropolitan Land Tbk. berpose usai rapat umum pemegang saham tahunan 2020, Rabu (17/11/2021)./metland
Jajaran komisaris dan jajaran direksi PT Metropolitan Land Tbk. berpose usai rapat umum pemegang saham tahunan 2020, Rabu (17/11/2021)./metland

Bisnis.com, JAKARTA — PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) atau Metland menyebut penjualan segmen apartemen belum signifikan sepanjang 2022. Sejauh ini peningkatan hanya terjadi pada sewa untuk produk apartemen siap huni.

Direktur MTLA Olivia Surodjo mengatakan demi meningkatkan penjualan apartemen pihaknya akan memasarkan unit yang ada dengan memperluas kanal pemasaran dan memberikan kemudahan pembayaran. Adapun saat ini MTLA memiliki dua proyek apartemen, yakni M Gold Apartemen di Bekasi, Dan Kaliana Apartemen di kawasan Metland Transyogi Cibubur.

“Sepanjang tahun 2022 penjualan dimasing-masing unit tersebut belum signifikan peningkatannya. Saat ini kami mengalami peningkatan minat pada sewa untuk produk-produk apartemen siap huni,” ujar Olivia kepada Bisnis, Selasa (7/2/2023).

Olivia menyebut permintaan apartemen akan meningkat pada 2023. Hal ini terlihat dari beberapa perkantoran yang kembali memberlakukan work from office (WFO). “Kemacetan yang mulai terjadi kembali memberikan peluang untuk apartemen yang dekat dengan pusat kota kembali diminati,” jelasnya.

MTLA berencana memberikan kemudahan pembayaran untuk meningkatkan penjualan apartemen.Sementara secara sewa segmen apartemen tercatat meningkat sekitar 70 persen sampai 80 persen sepanjang 2022. Sementara itu, ia mengatakan pihaknya belum berencana meningkatkan harga untuk produk apartemen. Namun, MTLA mempertimbangkan adanya kenaikan harga sewa apartemen.

Olivia mengatakan langkah Bank Indonesia (BI) yang memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen akan berpengaruh terhadap Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Meski demikian, ia menyebut suku bunga masih kompetitif dan menarik bagi konsumen. Adapun untuk pasar apartemen rata-rata pembeli akan melakukan pembayaran melalui tunai maupun cicilan kepada pengembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper