Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Kian Mengilap, Saham BRMS dan ANTM Ikut Bersinar

Harga emas bertahan di atas US$1.900 per troy ons, saham BRMS dan ANTM mendapat rekomendasi beli dan MDKA mendapat rekomendasi jual.
Karyawan menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (16/1/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (16/1/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas turun meski masih bertengger di posisi tinggi pada perdagangan Selasa (16/1/2023). Kenaikan harga emas di kisaran US$1.900-an per troy ons membuat emiten-emitennya juga bergerak di zona hijau.

Direktur dan Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan kenaikan harga emas belakangan ini imbas dari pelemahan indeks dolar AS di tengah sinyal-sinyal kenaikan suku bunga yang mungkin masih akan dilakukan Federal Reserve AS tahun ini.

“Kenaikan harga emas karena indeks dolar AS yang malah melemah di saat The Fed masih berencana menaikkan suku bunga, apalagi dengan ancaman resesi,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (16/1/2023).

Mengutip data Bloomberg, harga emas Spot terpantau turun 0,20 persen atau 3,85 poin ke US$1.916,38 per troy ons. Selain itu, harga emas Comex turun 0,12 persen atau 2,30 poin ke US$1.919,40.

Tim Analis Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan harga emas bergerak turun di tengah sentimen tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS serta dipicu oleh aksi profit taking.

Namun, harga emas tetap bertahan di atas US$1.900-an per troy ons karena meningkatnya ekspektasi The Fed tidak akan bersikap agresif terkait kebijakan suku bunganya karena data-data ekonomi yang tampak bisa mendukung upaya pemulihan ekonomi di AS.

Laporan inflasi yang turun dan beberapa data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi pasar, mendukung ekspektasi pasar terhadap kemungkinan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25 persen pada pertemuan bulan Februari nanti.

“Harga emas membidik resistance di US$1.926 di tengah outlook pelemahan dolar AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level US$1.915, berpeluang dijual menguji support di US$1.913,” jelas Analis MIFX.

Terkait dengan sahamnya, harga saham emiten emas seperti BRMS, ANTM, dan MDKA kompak bergerak di zona hijau.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terpantau melesat 19,11 persen atau 30 poin ke Rp187. Samuel Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli dengan target harga di Rp225.

Selanjutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terpantau naik 1,40 persen atau 30 poin ke Rp2.180. Saham ANTM juga mendapat rekomendasi beli dengan target harga di Rp2.500.

Sementara itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 2,22 persen atau 100 poin ke Rp4.600. MDKA mendapat rekomendasi jual dengan target harga di Rp3.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper