Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perusahaan Teknologi Menciut, Pakuwon (PWON) Sebut Bisnis Perkantoran Terdampak

Pengelola Kota Casablanca, Pakuwon Jati (PWON) menilai salah satu penyebab bisnis properti perkantoran tertekan ialah menciutnya perusahaan teknologi.
Pengelola Kota Casablanca, Pakuwon Jati (PWON) menilai salah satu penyebab bisnis properti perkantoran tertekan ialah menciutnya perusahaan teknologi. /pakuwonjati.com
Pengelola Kota Casablanca, Pakuwon Jati (PWON) menilai salah satu penyebab bisnis properti perkantoran tertekan ialah menciutnya perusahaan teknologi. /pakuwonjati.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) menyebut segmen properti perkantoran loyo akibat kesulitannya perusahaan start-up maupun teknologi pada 2022, sehingga memilih kantor yang lebih kecil.

Direktur PWON Ivy Wong mengatakan rata-rata perusahaan teknologi yang menyewakan kantor di portofolio PWON memindahkan kantornya ke tempat yang lebih kecil. Hal ini lantas menyebabkan adanya oversupply atau kelebihan pasokan.

“Memang kantor mereka [perusahaan teknologi] mengecil yang berarti ekspansi tidak terlalu kencang seperti 2021. Saya merasakan kita ada dalam kondisi yang bener-benar oversupply banyak gedungnya juga kosong,” ujar Ivy kepada Bisnis, Rabu (11/1/2023).

Lebih lanjut, Ivy mengatakan tarif untuk sewa kantor juga menurun akibat pandemi Covid-19. PWON harus menyesuaikan tarif dengan menurunkan 10 persen karena adanya penurunan okupansi.

Salah satu tenant dari segmen sewa perkantoran PWON adalah perusahaan e-commerce atau dagang-el, yakni Shopee yang baru mulai menyewa kantor pada 2022. Namun, pihak Shopee juga tidak akan menambah ruang kantor yang akan disewakan.

“Kadang-kadang perusahaan startup itu belum tentu mereka bisa sukses ya,” ujar Ivy.

Adapun secara umum, Ivy mengatakan banyak tenant mencari gedung yang lebih efisien dan strategis sembari menyesuaikan tarif yang lebih murah. Ivy memberi contoh adanya beberapa tenant yang berpindah dari Central Business District (CBD) Pakuwon Indah ke Gandaria Tower.

Ivy menyebut recurring income atau pendapatan berulang dari sewa kantor masih dapat meningkat. Secara umum, Ivy menyebut manajemen PWON menargetkan pertumbuhan sekitar 2 persen sampai 5 persen untuk topline maupun bottomline.

Pendapatan berulang dari perkantoran, mal, dan hotel berkontribusi sekitar 60 persen sampai 65 persen dari total pendapatan. Sementara sisa 35 persen berasal dari pengembangan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2022, PWON mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp4,49 triliun atau meningkat 18,66 persen dari periode yang sama atau year-on-year (yoy). Pada tahun 2021, PWON membukukan pendapatan sebesar Rp3,78 triliun.

Pendapatan PWON terdiri dari pendapatan sewa ruangan, pendapatan apartemen servis, pendapatan jasa pemeliharaan, penjualan kondominium dan kantor, pendapatan hotel, penjualan tanah dan bangunan, dan pendapatan usaha lainnya.

Pendapatan sewa ruangan PWON meningkat 74,86 persen menjadi Rp1,12 triliun. Adapun untuk pendapatan sewa ruangan perkantoran mencapai Rp230 miliar.

Kemudian untuk pendapatan lainnya, tercatat pendapatan apartemen servis meningkat 38,54 persen, pendapatan jasa pemeliharaan naik 32,25 persen menjadi Rp564,09 miliar, pendapatan hotel naik 141 persen menjadi Rp576,29 miliar, penjualan tanah dan bangunan menurun 27,25 persen, dan pendapatan usaha lainnya meningkat 42,85 persen menjadi Rp468,64 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper