Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GOTO Tunda RUPSLB Lagi, Sahamnya Merosot Bareng IHSG

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kembali menunda penyelenggaraan RUPSLB dan sahamnya tertekan bersama dengan mayoritas saham di IHSG.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kembali menunda penyelenggaraan RUPSLB dan sahamnya tertekan bersama dengan mayoritas saham di IHSG. /Istimewa
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kembali menunda penyelenggaraan RUPSLB dan sahamnya tertekan bersama dengan mayoritas saham di IHSG. /Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kembali menunda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Penundaan ini menjadi penundaan RUPSLB kedua yang dilakukan GOTO.

GOTO menyampaikan akan menunda RUPSLB yang sebelumnya dijadwalkan pada Selasa 31 Januari 2023, menjadi Selasa 21 Februari 2023. RUPSLB ini akan dilaksanakan GOTO pada pukul 13.30-15.00 WIB.

Meski demikian, GOTO tidak merinci lebih jauh hal-hal apa saja yang akan dibahas pada RUPSLB ini.

Sebelumnya, GOTO juga menunda pelaksanaan RUPSLB yang seharusnya dilaksanakan pada Selasa 13 Desember 2022, menjadi Selasa 31 Januari 2023.

GOTO diketahui pertama kali mengumumkan rencana pelaksanaan RUPSLB pada 4 November 2022. Saat itu manajemen GOTO menjadwalkan akan melakukan RUPSLB pada 13 Desember 2022.

Dalam pengumumannya, GOTO mengatakan pemegang saham yang mewakili 1/20 atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara, dapat mengusulkan mata acara RUPSLB.

Sementara itu, pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham GOTO pada Jumat, 27 Januari 2023 pada pukul 16.00 WIB, dan pemegang rekening efek yang tercatat pada sub rekening efek PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan saham di BEI pada Jumat, 27 Januari 2023.

Pada perdagangan hari ini pukul 14.17 WIB, saham GOTO anjlok 4,17 persen atau 4 poin menjadi Rp92 per saham. Padahal, saham GOTO cenderung naik sejak awal 2023.

Pelemahan saham GOTO terjadi seiring dengan anjloknya IHSG akibat tekanan saham big cap. IHSG ambrol 2,55 persen ke level 6.639,65.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper