Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Bergerak Melambat 2022, Ini Sederet Penyebabnya Tahun Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat tumbuh 4,09 persen sepanjang tahun 2022, dengan ditutup melemah pada level 6.850,62 pada Jumat (30/12/2022).
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat tumbuh 4,09 persen sepanjang tahun 2022, dengan ditutup melemah pada level 6.850,62 pada Jumat (30/12/2022). Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi salah satu pemberat laju IHSG sepanjang 2022.

Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan IDX Technology yang turun paling dalam di antara indeks sektoral lainnya, yakni turun 42,61 persen sepanjang 2022. Selain GOTO, beberapa saham di sektor teknologi juga turut memperberat langkah IHSG tahun ini.

Melansir data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/12/2022), Saham GOTO tercatat turun 73,1 persen sepanjang 2022, yang mengurangi bobot IHSG sebanyak 447,5 poin.

Kemudian di posisi kedua, adalah saham bank digital yang masih berada dalam satu ekosistem dengan GOTO, yakni PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang turun 76,8 persen selama 2022. Pelemahan ini lalu disusul oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), yang juga melakukan investasi di GOTO dengan turun 7,2 persen setahun.

Saham terboncos selanjutnya adalah saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang turun 54,8 persen setahun, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) turun 73,7 persen, dan PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) anjlok 39,1 persen selama 2022.

Saham selanjutnya adalah PT Berkah Beton Sadaya Tbk. (BEBS) turun 37 persen selama 2022, PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) turun 77,7 persen setahun, PT Ace Hardware Tbk. (ACES) turun 61,3 persen, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) yang melemah 38,2 persen setahun.

Sementara itu, indeks sektoral yang mengalami pelemahan paling dalam selama setahun setelah IDX Technology adalah IDX Infrastructures yang turun 9,45 persen, disusul oleh IDX Properties & Real Estate turun 8 persen, dan IDX Financials turun 7,33 persen.

Pelemahan sepanjang 2022 juga terjadi di IDX Consumer Cyclicals yang turun 5,5 persen, serta IDX Basic Materials yang turun 1,48 persen setahun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper