Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kejar Profit, Strategi Telkom (TLKM) Bangun Data Center hingga Konsolidasi Bisnis

Telkom menyiapkan sejumlah strategi ke depan seperti pengembangan data center hingga konsolidasi IndiHome-Telkomsel.
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah di sela-sela acara B20 Summit di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Minggu (13/11/2022). Telkom menyiapkan sejumlah strategi ke depan seperti pengembangan data center hingga konsolidasi IndiHome-Telkomsel. Bisnis-Akbar Evandio
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Ririek Adriansyah di sela-sela acara B20 Summit di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada Minggu (13/11/2022). Telkom menyiapkan sejumlah strategi ke depan seperti pengembangan data center hingga konsolidasi IndiHome-Telkomsel. Bisnis-Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) berupaya menyeruskan tren pertumbuhan dan profit melalui sejumlah rencana ekspansi ke depan.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah memaparkan, sejak 2020 Telkom telah mencanangkan transformasi dimana dua tahun pertama akan fokus pada membangun fundamental untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan agar lebih sehat. 

“Dua tahun berikutnya dimulai dari tahun ini, Telkom mencanangkan Five Bold Moves yakni lima program utama yang akan menjadi value creation ke depan. Hingga nanti pada 2024, diharapkan Telkom sudah dapat menikmati hasilnya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Telkom masih cukup menjanjikan tidak hanya dari sisi top line, tapi juga middle, dan bottom line,” jelas Ririek dalam keterangan tertulis, Senin (12/12/2022). 

Ririek menyampaikan lima strategi utama perusahaan yang terdiri dari inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC), InfraCo, Data Center Co, B2B Digital IT Service Co dan DigiCo. 

Telkom masih terus fokus menjalankan inisiatif tersebut, dengan penekanan saat ini pada FMC, InfraCo dan Data Center Co. FMC merupakan inisiatif untuk menginbrengkan IndiHome ke Telkomsel sehingga nantinya layanan fixed dan mobile broadband ini akan berada dalam satu entitas demi memberikan layanan broadband terbaik dengan biaya yang efisien. 

Inisiatif InfraCo merupakan langkah konsolidasi pada infrastruktur telekomunikasi yang memungkinkan adanya network sharing demi mengoptimalkan potensi dan valuasi. Selanjutnya pada inisiatif Data Center Co, Telkom saat ini tengah melakukan konsolidasi data center dalam satu entitas Telkom Data Ecosystem. 

Dengan infrastruktur yang luas, data center yang tersebar di seluruh Indonesia dan customer base yang besar menjadi potensi kuat bagi Telkom untuk menjadi pemimpin di bisnis platform digital ini.

"Dalam waktu dekat, Telkom akan melakukan groundbreaking data center di Batam yang diproyeksikan untuk melayani permintaan data center yang masih cukup besar dari pasar Singapura," kata Ririek.

Mengenai investasi Telkomsel di GoTo, Ririek menegaskan bahwa dalam melakukan investasi digital, Grup Telkom fokus tidak hanya kepada capital gain semata tapi lebih pada potensi synergy value yang dihasilkan baik bagi Telkom maupun BUMN. 

“Saat ini synergy value Telkomsel – GoTo  yang dihasilkan sudah cukup besar bahkan tumbuh di atas 50 persen daripada tahun lalu. Hal yang sama juga berlaku pada MDI dimana synergy value yang dihasilkan dari investasi MDI ke startup memiliki nilai yang lebih besar daripada capital gain,” kata Ririek.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi memaparkan pertumbuhan kinerja Telkom yang secara konsisten terus berupaya menjaga pertumbuhan dan profitabilitas.

Dalam kurun lima tahun terakhir, Telkom mencatat kinerja yang cukup baik dengan pertumbuhan positif pada pendapatan, Ebitda, dan laba bersih, menunjukkan profitabilitas yang terus membaik dan efisiensi biaya yang terjaga.

Menutup tahun 2022, proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan Telkom di sisi pendapatan, Ebitda dan laba bersih berkisar pada low single digit, dengan total belanja perusahaan (capital expenditure) diperkirakan pada level 25 persen - 28 persen dari pendapatan. 

Sementara itu, pada outlook 2023 - 2025, peningkatan kinerja pendapatan, EBITDA, dan laba bersih diperkirakan mencapai mid to high single digit dengan rencana total belanja perusahaan pada 22 persen - 25 persen dari pendapatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper