Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kapitalisasi Pasar GOTO Hangus Rp281,87 Triliun, Saham Cepek

Saat ini saham GOTO telah melemah 70,41 persen dari posisi debut perdagangan saat melantai di Bursa Efek Indonesia pada April lalu.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  16:43 WIB
Kapitalisasi Pasar GOTO Hangus Rp281,87 Triliun, Saham Cepek
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) hari ini longsor ke level terendah baru dan mencerminkan penurunan 70,41 persen dari posisi debut perdagangan saat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada April lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (8/12/2022), saham GOTO anjlok 6,54 persen atau 7 poin ke Rp100. Anjloknya saham tersebut membuat kapitalisasi pasar emiten teknologi terbesar di BEI ini bertengger di Rp118,44 triliun, turun lebih dari separuh kapitalisasi pasar saat IPO yang sekitar Rp400,31 triliun. Dengan demikian, kapitalisasi pasar GOTO telah hangus sebanyak Rp281,87 triliun.

Sepanjang hari ini, saham GOTO ditransaksikan sebanyak 478,42 juta saham, dengan nilai Rp47,84 miliar dan frekuensi sebanyak 13.084. Alhasil, price to earning ratio (PER) GOTO parkir di -4,37 kali.

Saham GOTO termasuk yang memberatkan pergerakan IHSG hari ini. Tercatat, IHSG turun 0,21 persen atau 14,52 poin ke 6.804,22. Sebannyak 226 saham menguat, 316 saham melemah, dan 156 saham stagnan.

Sebelumnya Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar menilai predikat saham terviral bisa disematkan ke GOTO lantaran tercatat sebagai saham dengan volume terbesar, serta banyak isu positif dan negatif yang menyelimuti pergerakan GOTO dibandingkan dengan saham lainnya di IHSG.

“Saham GOTO sangat volatile pergerakannya sejak awal IPO April 2022. Terutama di saat ARB berkali-kali dengan rekor antrean jual terbesar dalam sejarah di BEI,” jelas dia kepada Bisnis, Senin (5/12/2022).

Pendapat serupa juga diutarakan Direktur PT Sequis Aset Manajemen David Chang. Menurutnya, selain faktor ARB berkali-kali, perbincangan warganet di sosial media mengenai saham GOTO cukup ramai. Menurutnya, sangat mungkin sekali saham GOTO terus longsor hingga ditutup di bawah Rp100 dalam waktu dekat.

“GOTO adalah meme stock karena termasuk saham high profile, partisipasi investor ritel tinggi, volume transaksi tinggi, ramai dan sering dibicarakan di media sosial, yang memengaruhi harga saham yang fluktuatif, seperti halnya di luar negeri,” jelas dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

GoTo Gojek Tokopedia Goto emiten teknologi bursa efek indonesia
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top