Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rupiah Merosot Akibat Didorong Indeks Dolar AS yang Menguat

Rupiah ditutup melanjutkan pelemahan pada akhir perdagangan Rabu (7/12/2022) ditekan oleh indeks dolar yang masih menguat.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 07 Desember 2022  |  15:44 WIB
Rupiah Merosot Akibat Didorong Indeks Dolar AS yang Menguat
Petugas menunjukan uang pecahan Rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (4/10/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup melanjutkan pelemahan pada akhir perdagangan Rabu (7/12/2022) ditekan oleh indeks dolar yang masih menguat.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,12 persen ke Rp15.636 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,12 persen ke 105,70.

Bersama rupiah, sejumlah mata uang di Asia seperti yen Jepang melemah 0,42 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen, won Korea Selatan melemah 0,20 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,24 persen.

Tim Analis MIFX menyebutkan penguatan dolar AS disebabkan oleh adanya peluang kenaikan suku bunga The Fed hingga 0,50 persen pada Desember dan rencana kenaikan hingga beberapa kali lagi pada 2023.

“Sentimen kenaikan suku bunga tersebut menopang minat pada surat-surat berharga dan obligasi AS dan menopang naik nilai imbal hasil surat-surat berharga pemerintah AS,” tulisnya dalam riset, Rabu (7/12/2022).

Di Indonesia, Macro Equity Strategist Samuel Sekuritas Indonesia Lionel Priyadi mengatakan meskipun kondisi sentimen di pasar obligasi Indonesia masih lebih baik dibaningkan dengan ondisi global, rupiah masih akan melemah karena indeks dolar maish menguat.

“Kami memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp15.500 – Rp15.600 seiring dengan menguatnya indeks dolar beberapa hari belakangan,” ungkapnya.

Sentimen di Asia Pasifik juga masih akan dipengaruhi oleh prospek inflasi kawasan. Di Australia inflasi masih akan naik mencapai 8 persen bulan ini. Adapun, di Filipina inflasi November akan melebihi ekspektasi menjadi 8 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top