Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Laba Naik Ratusan Persen, Kapan Bumi Resources (BUMI) Bisa Bayar Dividen?

Pembagian dividen Bumi Resources (BUMI) harus sejalan dengan upaya perseroan mempertahankan kinerja positif selama beberapa tahun ke depan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 November 2022  |  15:21 WIB
Laba Naik Ratusan Persen, Kapan Bumi Resources (BUMI) Bisa Bayar Dividen?
Direktur Utama PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Adika Nugraha Bakrie - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencetak kinerja positif sepanjang tahun ini setelah beberapa tahun berturut-turut mencetak kinerja negatif. Hal ini kembali menimbulkan pertanyaan di kalangan investor mengenai kapan BUMI bisa mulai membayar dividen kepada pemegang saham. 

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian keuangan BUMI, dari KPC dan Arutmin, sampai dengan kuartal III/2022, BUMI berhasil mencatat kenaikan pendapatan sebesar US$6,25 miliar, atau naik 67 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih perseroan naik sekitar 474 persen ke US$365,5 juta dari tahun sebelumnya hanya US$63,8 juta.

Direktur BUMI Andrew C. Beckham mengatakan, pembagian dividen BUMI harus sejalan dengan upaya perseroan mempertahankan kinerja positif selama beberapa tahun ke depan.

“Berdasarkan aturan OJK, kami tidak bisa membayar dividen sampai kami mempertahankan laba kami tetap positif. Kami melakukan apa pun yang kami bisa untuk tetap mencatat kinerja positif dalam beberapa tahun ke depan,” paparnya.

Pada 2023, BUMI berencana meningkatkan produksinya hingga 10 persen atau menjadi 80 juta ton dibandingkan dengan tahun ini di kisaran 71-76 juta ton.

Presiden Direktur BUMI Adika Nuraga Bakrie menambahkan pada tahun depan perseroan akan mulai melebarkan sayap dengan merambah ke bisnis hilirisasi batu bara.

“Diversifikasi tahun depan adalah hilirisasi batu bara sesuai perpanjangan IUPK. Kami persiapkan rencana pengembangan industri ini,” katanya.

Andrew juga menyebutkan belanja modal (capex) yang akan disiapkan BUMI untuk menopang ekspansinya akan berkisar antara US$50 juta -US$75 juta pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi resources emiten batubara dividen
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top