Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Alasan Bumi Resources (BUMI) Pede Harga Batu Bara Tetap Tinggi pada 2023

Bumi Resources (BUMI) melihat tidak ada kenaikan kapasitas produksi batu bara yang signifikan baik sekarang maupun dalam jangka menengah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 November 2022  |  15:00 WIB
Alasan Bumi Resources (BUMI) Pede Harga Batu Bara Tetap Tinggi pada 2023
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten batu bara Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memperkirakan harga batu bara masih akan tetap tinggi pada 2023 di tengah beragam perkirakan normalisasi harga komoditas.

Direktur BUMI Dileep Srivastava mengatakan, masalah di pasar batu bara dan dinamika harganya adalah pasokan dan permintaan yang masih belum berimbang.

“Kami melihat tidak ada kenaikan kapasitas produksi yang signifikan baik sekarang maupun dalam jangka menengah. Tapi permintaan naik terus secara global, makanya permintaan bahan baku terus meningkat,” kata Dileep dalam paparan publik, Selasa (29/11/2022).

Saat ini, alternatif bahan baku batu bara adalah gas, namun harganya tinggi. Sementara itu, bahan baku lain termasuk pasokannya masih sangat terbatas dan tidak bisa diandalkan untuk menggantikan batu bara dalam jangka pendek dan menengah.

“Karena itu, kami merasa harga batu bara akan terus tinggi sampai 2023, dan sepertinya bahkan tetap akan naik dalam 2-3 tahun ke depan,” imbuhnya.

Dileep menambahkan bahwa kurva forward perdagangan batu bara menunjukkan dari level sekarang di kisaran US$350, sehingga harga batu bara diperkirakan akan bergerak di kisaran US$300 per ton pada tahun depan.

Adapun, untuk jangka menengah BUMI memperkirakan harga batu bara bisa bergerak di level US$200-US$250 per ton selama energi baru terbarukan belum bisa diandalkan.

“Kami memperkirakan harga batu bara akan tetap tinggi. Tapi, harga batu bara nantinya juga akan terpangaruh dari permintaan China dan India, yang meningkatkan produksi,” paparnya.

Harga batu bara sepanjang 2022 telah mendorong kinerja keuangan BUMI meskipun di tengah penurunan produksi dan penjualan.

Sampai dengan kuartal III/2022, BUMI mencatatkan kenaikan harga jual rata-rata hingga lebih dari 100 persen dari US$70,9 per ton menjadi US$142,2 per ton.

Dengan penjualan yang turun 12 persen selama sembilan bulan 2022, BUMI masih bisa mencetak laba bersih hingga US$465,4 juta atau tumbuh 473,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi resources emiten batubara harga batu bara
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top