Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Permintaan KPR Meningkat, Bahana Sekuritas Pantau Rights Issue BBTN

Bahana Sekuritas menetapkan target saham BBTN pada Rp1.950 ditopang sentimen permintaan KPR dan juga rights issue.
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Bahana Sekuritas menetapkan target saham BBTN pada Rp1.950 ditopang sentimen permintaan KPR dan juga rights issue.

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjnukkan bahwa indeks harga properti residensial (IHPR) naik 1,94 persen pada kuartal III/2022 secara periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (yoy). Sementara pada semester I/2022 tercatat peningkatan hingga 1,66 persen secara yoy.

Sementara dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan fasilitas KPR masih menjadpilihan utama untuk membeli rumah tapak. Tercatat 74,53 total pembiayaan rumah tapak berasal dari fasilitas KPR.

Mengacu pada hal tersebut  Analis Bahana Sekuritas Yusuf Ade Winoto dan Nathania Giovanna mengatakan permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN akan tetap kuat. Hal itu didorong oleh fokus pemerintah dalam penyaluran subsidi perumahan.

Dalam kurun waktu 2016 sampai 2021, subsidi pemerintah ke sektor perumahan terus meningkat dengan tingkat compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 41,2 persen.

“BBTN menjadi penerima manfaat utama dari pertumbuhan anggaran perumahan subsidi karena porsi KPR subsidi mencapai 48 persen dari total KPR BBTN,” ujarnya dalam dalam riset dikutip Selasa (22/11/2022).

Selain itu, BBTN juga diuntungkan oleh tren yang kuat dari permintaan KPR. Hal ini tercermin dari rasio KPR terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat secara bertahap, dari 2,5 persen pada 2011 menjadi 3,5 persen pada 2021.

Tim Riset Bahana menyatakan BBTN juga akan terus memperkuat modal intinya sambil berupaya untuk menurunkan pinjaman bermasalah (net performing loan/NPL). Dalam penguatan modal, BBTN akan menggelar rights issue pada Desember 2022 mendatang.

Saat ini manajemen sedang dalam proses untuk melakukan penetapan harga akhir dan struktur rights issue. Target dana dari rights issue adalah Rp4,13 triliun, setara dengan 19,1 persen dari ekuitas dan 25,5 persen dari kapitalisasi pasar.

Sebagai pemegang saham pengendali BBTN, dengan porsi kepemilikan sebesar 60 persen, pemerintah menyatakan siap menyerap seluruh rights senilai Rp2,48 triliun melalui penyertaan modal negara (PMN).

Bahana memberikan rekomendasi beli untuk saham BBTN dengan target harga 12 bulan pada Rp1.950.  Nilai ini setara dengan kenaikan 28 persen dibandingkan harga saham BBTN pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (22/11/2022) sebesar Rp1.515.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper