Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Permintaan KPR Meningkat, Bahana Sekuritas Pantau Rights Issue BBTN

Bahana Sekuritas menetapkan target saham BBTN pada Rp1.950 ditopang sentimen permintaan KPR dan juga rights issue.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra & Pandu Gumilar
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra & Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 November 2022  |  13:05 WIB
Permintaan KPR Meningkat, Bahana Sekuritas Pantau Rights Issue BBTN
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bahana Sekuritas menetapkan target saham BBTN pada Rp1.950 ditopang sentimen permintaan KPR dan juga rights issue.

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjnukkan bahwa indeks harga properti residensial (IHPR) naik 1,94 persen pada kuartal III/2022 secara periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (yoy). Sementara pada semester I/2022 tercatat peningkatan hingga 1,66 persen secara yoy.

Sementara dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan fasilitas KPR masih menjadpilihan utama untuk membeli rumah tapak. Tercatat 74,53 total pembiayaan rumah tapak berasal dari fasilitas KPR.

Mengacu pada hal tersebut  Analis Bahana Sekuritas Yusuf Ade Winoto dan Nathania Giovanna mengatakan permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN akan tetap kuat. Hal itu didorong oleh fokus pemerintah dalam penyaluran subsidi perumahan.

Dalam kurun waktu 2016 sampai 2021, subsidi pemerintah ke sektor perumahan terus meningkat dengan tingkat compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 41,2 persen.

“BBTN menjadi penerima manfaat utama dari pertumbuhan anggaran perumahan subsidi karena porsi KPR subsidi mencapai 48 persen dari total KPR BBTN,” ujarnya dalam dalam riset dikutip Selasa (22/11/2022).

Selain itu, BBTN juga diuntungkan oleh tren yang kuat dari permintaan KPR. Hal ini tercermin dari rasio KPR terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat secara bertahap, dari 2,5 persen pada 2011 menjadi 3,5 persen pada 2021.

Tim Riset Bahana menyatakan BBTN juga akan terus memperkuat modal intinya sambil berupaya untuk menurunkan pinjaman bermasalah (net performing loan/NPL). Dalam penguatan modal, BBTN akan menggelar rights issue pada Desember 2022 mendatang.

Saat ini manajemen sedang dalam proses untuk melakukan penetapan harga akhir dan struktur rights issue. Target dana dari rights issue adalah Rp4,13 triliun, setara dengan 19,1 persen dari ekuitas dan 25,5 persen dari kapitalisasi pasar.

Sebagai pemegang saham pengendali BBTN, dengan porsi kepemilikan sebesar 60 persen, pemerintah menyatakan siap menyerap seluruh rights senilai Rp2,48 triliun melalui penyertaan modal negara (PMN).

Bahana memberikan rekomendasi beli untuk saham BBTN dengan target harga 12 bulan pada Rp1.950.  Nilai ini setara dengan kenaikan 28 persen dibandingkan harga saham BBTN pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (22/11/2022) sebesar Rp1.515.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rights issue rekomendasi saham BUMN kpr
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top