Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BREAKING! Rugi GOTO Bengkak hingga Rp20 Triliun, Simak Detailnya

Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) tercatat masih membukukan rugi bersih sebesar Rp20,9 triliun hingga kuartal III/2022.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 21 November 2022  |  16:06 WIB
BREAKING! Rugi GOTO Bengkak hingga Rp20 Triliun, Simak Detailnya
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) tercatat masih membukukan rugi bersih sebesar Rp20,9 triliun hingga kuartal III/2022.

Rugi ini membengkak 32 persen dibandingkan dengan posisi rugi kuartal ketiga tahun lalu sebesar Rp15,8 triliun. Sebagai informasi, angka itu merupakan hasil dari proforma yang menggabungkan merger Gojek dan Tokopedia.

Selain itu, rugi bersih GOTO mengalami penurunan 10,8 persen quartal on quartal (qoq) dibandingkan dengan kondisi per semester I/2022 sebesar Rp7,6 triliun. Pasalnya, rugi bersih sepanjang kuartal III/2022 mencapai Rp6,8 triliun. Adapun secara akumulasi selama tahun berjalan rugi mencapai Rp20,9 triliun.

Dari sisi top line, GOTO mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,97 triliun pada kuartal III/2022. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 98 persen dari posisi tahun lalu Rp4,03 triliun secara proforma.

Sebelumnya, analis Deutsche Bank ReenaVerma Bhasin dalam risetnya mengatakan dalam beberapa bulan terakhir emiten teknologi itu telah melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan take rate dalam e-commerce. Pada semester I/2022, take rate e-commerce GOTO telah naik 110 basis points (bps) jika dibandingkan dengan 2021.

Dampak dari berbagai inisiatif optimalisasi yang dilakukan GOTO diyakini Deutsche Bank akan memberikan peningkatan lebih lanjut di kuartal mendatang. "Kami percaya peningkatan kurang lebih 150 bps dalam take rate selama 2-3 tahun ke depan adalah mungkin," tulis Bhasin.

Deutsche Bank menilai ekuitas GOTO sebesar US$20 miliar, menyiratkan target harga Rp250 per saham. Menurutnya, pada harga saham saat ini, GOTO diperdagangkan pada EV/GTV 0,3 kali, dibandingkan dengan 0,2 kali untuk Grab dan SEA. Hal tersebut mencerminkan pertumbuhan GTV yang lebih tinggi untuk GOTO.

Meski demikian, Deutsche Bank melihat terdapat beberapa risiko yang membayangi kinerja GOTO, yakni penurunan pertumbuhan ekonomi yang dapat melukai kinerja GOTO, kembalinya Covid-19, peningkatan harga BBM, dan peningkatan intensitas persaingan yang tidak terduga dalam ritel online.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Goto Gojek tokopedia GoTo Gojek Tokopedia rekomendasi saham Kinerja Emiten teknologi
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top