Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GOTO PHK 1.300 Karyawan Jelang Pembukaan Lock Up Saham Pra-IPO

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) PHK 1.300 karyawan menjelang pembukaan lock up saham investor pra-IPO.
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) PHK 1.300 karyawan menjelang pembukaan lock up saham investor pra-IPO.

Manajemen GOTO telah mengumumkan bakal melakukan PHK terhadap 12 persen karyawannya. Chief of Corporate Affairs Grup GOTO Nila Marita mengatakan situasi ekonomi global ke depan sangat menantang. Maka itu perusahaan berupaya fokus pada internal salah satunya dengan efisiensi.

“Perampingan organisasi adalah keputusan sulit yang diambil setelah melakukan serangkaian efisiensi dan penghematan lainnya. Kami pada akhirnya harus mengambil pilihan yang sangat berat ini,” katanya, Sabtu (19/11/2022).

Menurutnya efisiensi perusahaan dilakukan karena tiga hal. Pertama, antisipasi situasi ekonomi tahun mendatang yang bakal makin berat. Kedua, efisiensi agar organisasi dapat bertumbuh secara sehat. Ketiga, mencapai kemandirian dalam finansial sehingga ketergantungan terhadap pendanaan investor bisa berkurang signifikan.

Adapun aksi PHK massal ini bertepatan dengan pembukaan lock up saham investor pra-IPO GOTO. Masa lock-up emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) akan segera berakhir pada 30 November 2022. Dengan begitu jumlah saham free float GOTO di Bursa akan bertambah.

Berdasarkan prospektusnya, saat ini jumlah saham GOTO yang beredar di masyarakat adalah sebesar 40,6 miliar saham atau setara 3,43 persen. Dengan dibukanya lock-up, jumlah saham free float GOTO akan bertambah 62,96 persen, menjadi 66,3 persen.

Tambahan free float 62,96 persen ini berasal dari pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5 persen. Tercatat, sebanyak 745,6 miliar saham yang terkena lock-up digenggam oleh pihak-pihak dengan kepemilikan sebanyak kurang dari 5 persen.

Sebelumnya, Direktur Trimegah Sekuritas Indonesia David Agus memastikan jumlah saham GOTO memenuhi ketentuan free float dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 7,5 persen.

"Kalau dilihat dari prospektus, sebenarnya sudah ada lebih dari 60 persen pemegang saham minoritas di GOTO," ujar David.

Menurutnya, kepemilikan publik di GOTO setelah IPO mencapai 67 persen. Adapun, berdasarkan prospektus perseroan, terdapat setidaknya 1,1 triliun saham seri A yang bukan merupakan milik pemegang saham dengan hak suara multipel.

Rinciannya, Garibaldi Thohir sebesar 1,05 miliar saham atau 0,09 persen, Goto Peopleverse Fund sebanyak 106,9 miliar saham atau 9,03 persen, dan SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. sebanyak 103,1 miliar saham atau 8,71 persen.

Lalu Taobao China Holding Limited sebanyak 104,7 miliar atau 8,84 persen, pihak dengan kepemilikan kurang dari 5 persen sebesar 745,6 miliar atau 62,96 persen, dan masyarakat sebanyak 40,6 miliar saham atau 3,43 persen.

Jika periode lock-up saham GOTO berakhir, pemegang saham Seri A GOTO dapat menjual sahamnya ke pasar. Apabila seluruh saham Seri A dijumlahkan, tanpa memperhitungkan kepemilikan masyarakat, maka sebanyak 1,06 triliun saham GOTO dapat dijual saat periode lock-up berakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper