Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produsen Kopiko Mayora Indah (MYOR) Yakin Penjualan Naik 10 Persen Hingga Akhir Tahun

PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) optimistis penjualan sampai akhir 2022 dapat memenuhi target. Mayora sebelumnya membidik kenaikan penjualan minimal 10 persen Yoy.
Lini produk PT Mayora Indah Tbk (MYOR)/mayoraindah.co.id
Lini produk PT Mayora Indah Tbk (MYOR)/mayoraindah.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen permen Kopiko PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) optimistis penjualan sampai akhir 2022 dapat memenuhi target. Mayora sebelumnya membidik kenaikan penjualan minimal 10 persen secara tahunan year-on-year (yoy).

Per September 2022, Mayora mengakumulasi penjualan sebesar Rp22,23 triliun, naik 11,8 persen yoy dibandingkan dengan Rp19,88 triliun tahun lalu. Penjualan pada kuartal III/2022 mencapai Rp7,85 triliun, tertinggi untuk periode tiga bulan dibandingkan dengan kuartal I/2022 Rp7,59 triliun dan kuartal II/2022 Rp6,79 triliun.

“Kami masih menargetkan pertumbuhan lebih baik daripada tahun lalu. Angka yang kami sampaikan saat public expose masih menjadi target kami dan seharusnya sampai akhir tahun bisa tercapai dengan melihat realisasi sampai akhir kuartal III/2022,” kata manajemen dalam jawaban kepada Bisnis, Selasa (15/11/2022).

Pertumbuhan penjualan ditopang baik dari dalam negeri dan luar negeri. Penjualan ekspor Mayora sampai September 2022 tercatat tumbuh 13,38 persen yoy menjadi sebesar Rp9,26 triliun. Sementara itu, penjualan domestik tumbuh 10,40 persen yoy menjadi Rp12,98 triliun.

“Pertumbuhan ekspor masih baik meskipun ada gejolak inflasi. Produk yang kami jual makanan dan minuman dan masuk kebutuhan sehari-hari, tetapi tidak seburuk penjualan bukan pokok,” lanjut manajemen.

Adapun sepanjang Januari—September 2022, laba tahun berjalan MYOR yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,91 persen year on year (yoy), dari Rp977,93 miliar tahun lalu menjadi Rp1,08 triliun. Kondisi ini berbalik dari penurunan laba pada semester I/2022.

Adapun selama semester I/2022, Mayora melaporkan bahwa laba bersihnya terkoreksi 30,34 persen yoy menjadi Rp668,53 miliar, dari sebelumnya Rp959,80 miliar.

Dalam paparan publik akhir Juni 2022, Direktur Mayora Indah Wardhana Atmadja mengatakan target kenaikan penjualan ditetapkan di kisaran 10—15 persen hingga akhir tahun. Profitabilitas juga diharapkan membaik seiring dengan penurunan harga bahan baku.

Wardhana saat itu mengatakan perseroan telah beberapa kali menaikkan harga jual sejak 2021. Pada April 2022 pun perseroan kembali menaikkan harga.

“Biasanya di Mayora lebih besar omzet, ada seasonal ekspor dinikmati perusahaan di semester kedua setiap tahunnya. Kalau perkiraan tidak konservatif, kami bisa lebih optimistis dari 10–15 persen range growth di top line,” katanya.

Di sisi lain, perseroan juga menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,3 persen menjadi Rp1,31 triliun pada 2022 dibandingkan dengan Rp1,21 triliun pada 2021. Hal ini seiring dengan peningkatan penjualan yang disertai kenaikan harga.

“Tahun ini masih ada rencana kenaikan harga yang akan berdampak positif di kuartal ketiga dan kuartal keempat. Kenaikan harga lagi dampaknya kurang lebih 8 persen lagi terhadap kenaikan average price produk kami,” terangnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper