Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Minyak Dunia Anjlok Dampak Pemilihan Paruh Waktu Amerika Serikat

Harga minyak dunia anjlok terimbas pemilihan paruh waktu Amerika Serikat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 November 2022  |  08:19 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Dampak Pemilihan Paruh Waktu Amerika Serikat
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak dunia turun lebih dari dua dolar AS dalam perdagangan bergejolak pada akhir transaksi Selasa (Rabu pagi WIB), tertekan meningkatnya kekhawatiran tentang permintaan bahan bakar ketika wabah COVID-19 memburuk di importir minyak mentah utama China dan kegelisahan tentang hasil pemilihan paruh waktu AS.

Minyak jenis Brent untuk pengiriman Januari tergelincir US$2,56 atau setara 2,6 persen, menjadi US$95,36 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember juga merosot US$2,88 atau 3,14 persen, menjadi ditutup di US$88,91 per barel.

Penurunan ini terjadi disebabkan oleh adanya pemilihan paruh waktu yang akan menentukan kendali Kongres Amerika Serikat.
"Pasar memasuki hari ini dengan tingkat skeptisisme tertentu seputar pemilihan . Pasar menunggu untuk melihat apa hasilnya dari jenis situasi di sini," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka Mizuho di New York dikutip Antara Rabu (09/11/2022).

Pada Senin (7/11/2022), kedua harga acuan mencapai level tertinggi sejak Agustus di tengah laporan bahwa para pemimpin di China sedang mempertimbangkan untuk keluar dari pembatasan ketat COVID-19 di negara itu.

Tetapi dengan munculnya kasus-kasus baru di Guangzhou dan kota-kota lainnya harapan pelaku pasar untuk Cina mengendurkan pengetatat zero covid-19 perlahan sirna.

"Meningkatnya kasus COVID di China ada di radar sebagian besar pedagang pagi ini, karena berita penguncian terus berlanjut," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

Pasokan bensin dan solar tetap rendah, ia menambahkan, membatasi penurunan harga minyak mentah karena sebagian besar Amerika Serikat bersiap menghadapi cuaca dingin utama, sehingga Negri Paman Sam itu memilih untuk menjaga paskokan domestiknya.

Persediaan bahan bakar sulingan AS pada bulan Oktober berada di level terendah sejak tahun 1951, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Bursa berjangka ICE, rumah bagi patokan minyak jenis Brent, telah menaikkan tingkat margin awal untuk minyak mentah berjangka Brent bulan depan sebesar 4,92 persen, membuat mempertahankan posisi berjangka lebih mahal dari penutupan bisnis pada Selasa (8/11/2022).

Pelaku pasar, khawatir inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga dapat memicu resesi global, juga akan memantau data harga konsumen AS pada Kamis (10/11/2022) yang akan di rilis.

EIA pada Selasa (8/11/2022) memangkas prospek permintaan energi AS untuk 2023 dan memperkirakan produksi AS untuk tahun depan akan 21 persen lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya.

Produsen minyak Diamondback Energy juga memperingatkan bahwa industri minyak serpih AS akan terus berjuang untuk memperluas produksi pada kecepatan saat ini, dengan biaya sumur serpih baru kemungkinan meningkat.

Larangan Uni Eropa terhadap minyak Rusia, yang diberlakukan sebagai pembalasan atas invasi Rusia ke Ukraina, akan dimulai pada 5 Desember dan akan diikuti dengan penghentian impor produk minyak pada Februari. Hal itu tentu juga akan berdampak pada liarnya harga minyak dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak dunia harga minyak brent harga minyak mentah harga minyak mentah wti
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top