Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

JP Morgan Ramal Pendapatan Vidio (SCMA) Tembus Rp1,87 Triliun pada 2023

Berdasarkan riset JP Morgan, Vidio menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan 86 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp231 miliar pada kuartal III/2022.
Vidio/Ilustrasi.
Vidio/Ilustrasi.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten media milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) menyebut adanya pertumbuhan jumlah pengguna aktif bulanan pada platform Vidio.com. Capaian tersebut tak lepas dari beberapa konten premium Vidio.com mulai dari F1, English Premier League (Liga Inggris) dan FIFA World Cup Qatar 2022. Hal ini diprediksi bisa mendorong pendapatan Vidio tahun depan menembus US$120 juta atau setara Rp1,87 triliun. 

Direktur Surya Citra Media Rusmiyati Djajaseputra mengatakan adanya tren positif pada pertumbuhan pengguna aktif bahkan telah melampaui target untuk tahun ini. Selain konten premium olahraga, Rusmiyati menyebut tayangan drama Vidio Originals yang diklaim semakin digemari pengguna Vidio.

"Bahkan Vidio menduduki peringkat pertama untuk pertumbuhan jumlah subscriber baru di Asia Tenggara menurut laporan Media Partner Asia kuartal II/2022," ujar Rusmiyati kepada Bisnis pada Selasa (8/11/2022).

Berdasarkan data tim riset JP Morgan, Vidio menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan hingga 86 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp231 miliar pada kuartal III/2022. Selama sembilan bulan pertama tahun ini tercatat pendapatan daripada Vidio mencapai Rp545 miliar atau tumbuh 71 persen secara yoy.

"Momentum pertumbuhan yang kuat ini sebagian besar berkat siaran Liga Premier Inggris (EPL) mulai paruh kedua 2022 dan saluran yang kuat dari serial original," tulis tim riset JP Morgan dikutip pada Selasa (8/11/2022).

JP Morgan memproyeksikan Vidio mampu membukukan pendapatan hingga US$120 juta pada tahun depan atau dua kali lipat dari capaian pada kuartal III/2022. Sebagai catatan Vidio mampu memperoleh suntikan dana US$200 juta selama 12 bulan terakhir yang dipatroni oleh Grab hingga Sinarmas.

Sebagai informasi, Grup Sinarmas hingga Grab ikut dalam pendanaan US$45 juta atau sekitar Rp652,5 miliar kepada Vidio, entitas usaha Grup Emtek atau PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK).

Beberapa perusahaan terkemuka lain yang turut menjadi investor, antara lain Grab LA Pte Ltd (Grab), entitas anak Grab Holdings Limited yang mengoperasikan platform superapp terkemuka di Asia Tenggara, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi (EBIT), entitas anak klub sepak bola Bali United.

Investasi terbesar dilakukan oleh perusahaan Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melalui entitas anaknya, PT DSST Mas Gemilang (DSST).

Pendanaan ini merupakan tambahan pendanaan bagi Vidio, setelah sebelumnya pada bulan Oktober 2021, mendapatkan investasi sebesar US$150 juta dari Affinity Equity Partners (Affinity), salah satu perusahaan ekuitas swasta terbesar di Asia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper