Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Beban Pokok Meningkat, Laba Indocement (INTP) Tergerus

Laba Indocement (INTP) tergerus ditengah naiknya pendaptan perusahaan pada kuartal III/2022.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 November 2022  |  16:44 WIB
Beban Pokok Meningkat, Laba Indocement (INTP) Tergerus
Proses pemuatan kontainer berisi semen merk tiga roda. - indocement. Beban Pokok Meningkat, Laba Indocement (INTP) Tergerus
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen semen Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) mencatatkan pertumbuhan pendapatan per September 2022. Sayangnya, beban pokok yang meningkat membuat laba bersihnya tergerus.

Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2022 yang belum diaudit, dikutip Rabu (2/11/2022), emiten bersandi INTP ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp11,66 triliun tumbuh 9,9 persen dibandingkan dengan realisasi 9 bulan 2021 yang sebesar Rp10,6 triliun.

Sayangnya, beban pokok pendapatan INTP naik cukup tinggi sebesar 17,13 persen menjadi Rp8,21 triliun dari Rp7,01 triliun. Hal ini membuat laba bruto INTP turun 4,17 persen menjadi Rp3,44 triliun.

Jika dirinci, terjadi kenaikan beban bahan bakar dan listrik cukup signifikan hingga Rp1 triliun atau 33,37 persen menjadi Rp3,97 triliun. Selain itu, biaya bahan baku yang digunakan juga meningkat 9,97 persen menjadi Rp1,59 triliun.

Seiring dengan kenaikan beban usaha, biaya keuangan, serta penurunan pendapatan operasi lain dan pendapatan keuangan, laba sebelum beban pajak penghasilan INTP turun 21,68 persen menjadi Rp1,2 triliun pada kuartal III/2022 ini.

Hasilnya, walaupun beban pajak penghasilan lebih kecil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk anjlok 21,68 persen menjadi Rp946,85 miliar pada 9 bulan 2022 dibandingkan dengan Rp1,2 triliun pada kuartal III/2021.

Lebih jauh, jumlah aset INTP juga turun 6,32 persen menjadi Rp24,48 triliun per September 2022 dibandingkan dengan Rp26,13 triliun per Desember 2021. Penurunan tersebut sebagai akibat berkurangnya jumlah kas dan setara kas dari posisi Rp6,14 triliun di akhir tahun 2021 menjadi Rp3,54 triliun per September 2022.

Adapun, jumlah liabilitas INTP naik tipis dari Rp5,51 triliun pada 31 Desember 2021 menjadi Rp5,78 triliun pada 30 September 2022. Kenaikan, terutama karena liabilitas jangka panjang yang tadinya sebesar Rp868,64 miliar berubah menjadi Rp1,51 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

intp
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top