Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Historia Bisnis: Robohnya Indocement (INTP) dari Tangan Grup Salim
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Robohnya Indocement (INTP) dari Tangan Grup Salim

Saham Grup Salim di Indocement (INTP) roboh ke tangan asing pada awal 2000-an, setelah menjadi rebutan tiga produsen semen Eropa.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com
26 Oktober 2022 | 14:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Meski sudah puluhan tahun terpisah dari kaki-kaki usaha Grup Salim, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) tetap tak bisa dilepaskan dari konglomerasi milik taipan Anthoni Salim itu.  

Salim tidak lain adalah pemrakarsa berdirinya produsen semen dengan kapasitas produksi dan pangsa pasar kedua terbesar di Indonesia itu. Sebelum Birchwood Omnia Ltd. kini merengkuh mayoritas sahamnya dan bertindak sebagai pengendali, Grup Salim lah yang membesarkan dominasi INTP di industri semen dalam negeri. 

Pada awal masa reformasi tepatnya pada 2000, Salim harus rela melepas salah satu kaki usahanya itu, dalam rangka restrukturisasi utang. Saat itulah ketika HeidelbergCement Group, induk dari Birchwood Omnia masuk sebagai pelamar.

Sebelumnya, bukan hanya HeidelbergCement yang mengincar saham Salim di INTP. Dua produsen semen asal Eropa lainnya menjadi penantang yakni Holderbank dari Swiss dan La Farge asal Prancis.

Persaingan ketat terjadi pada 1999 dengan masing-masing perusahaan tersebut telah melaksanakan due diligence.

Selain dililit utang, Indocement saat itu juga menghadapi rapuhnya kinerja keuangan. Pendapatan bersih menyusut 3 persen secara tahunan pada kuartal III/1998. Penurunan itu ditengarai karena menciutnya volume penjualan sebesar 21 persen menjadi 5,69 juta ton.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top