Laba Bersih Unilever (UNVR) Naik 5,3 Persen Jadi Rp4,61 Triliun

Laba bersih Unilever Indonesia (UNVR) sebesar Rp4,61 triliun sampai akhir kuartal III/2022, naik 5,3 persen secara tahunan dibanding kuartal III/2021.
Sanjiv Mehta (tengah), resmi menjadi Presiden Komisaris PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR). /Bisnis-Iim F. Timorria.
Sanjiv Mehta (tengah), resmi menjadi Presiden Komisaris PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR). /Bisnis-Iim F. Timorria.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) melaporkan capaian laba bersih sebesar Rp4,61 triliun sampai akhir kuartal III/2022, naik 5,3 persen dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp4,37 triliun. Kenaikan laba ini sejalan dengan tumbuhnya penjualan.

Selama periode sembilan bulan 2022, UNVR mengakumulasi penjualan sebesar Rp31,53 triliun atau naik 5,0 persen secara tahunan dibandingkan dengan Rp30,02 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen rumah tangga dan perawatan tubuh menjadi kontributor penjualan terbesar dengan nilai Rp20,83 triliun selama Januari-September 2022. Nilai penjualan ini naik 3,91 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp20,05 triliun.

Sementara itu, segmen makanan dan minuman membukukan penjualan sebesar Rp10,70 triliun atau tumbuh 7,27 persen yoy dibandingkan dengan Rp9,97 triliun pada tahun lalu.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menyebutkan bahwa daya saing UNVR menguat di kuartal III/2022 berdasarkan laporan Nielsen, dengan pangsa pasar yang tumbuh dibandingkan dengan kuartal sebelumnya baik secara nilai maupun volume.

Ira mengatakan UNVR bakal melanjutkan komitmen untuk memperkuat fundamental dan meningkatkan daya saing lewat strategi prioritas. Strategi tersebut mencakup optimasi potensi merek-merek besar Unilever, memperluas portofolio produk premium, dan menjaga posisi kepemimpinan di kanal perdagangan umum, modern, dan digital.

“Kami telah menempatkan level investasi yang tepat untuk meningkatkan daya saing brand-brand kami. Hal ini dilakukan dengan peningkatan investasi periklanan sebesar 27 persen dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Ira dalam pernyataan tertulis, Kamis (27/10/2022).

Sejalan dengan transformasi kanal penjualan yang dimulai sejak 2021, Ira mengatakan Unilever Indonesia mulai mengurangi stok dari sisi penjualan pada kuartal ketiga tahun ini dan bakal berlanjut sampai akhir tahun.

“Kami melihat pentingnya membangun bisnis yang future-fit dan menciptakan sistem yang efisien, sehingga kami bisa bergerak lebih gesit dan tangkas untuk merespons pasar,” katanya.

Unilever juga melaporkan bahwa serangkaian lini produk baru mulai memperlihatkan hasil dan kontribusi. Perseroan melaporkan rangkaian produk rumah tangga Korean Strawberry dan rangkaian Shampo Dove Micellar di kuartal kedua terus diminati, diikuti oleh inovasi di segmen premium.

Sementara itu dalam laporan keuangan kuartal III/2022 induk UNVR, Unilever Plc., penjualan di kawasan Asia Pasifik dan Afrika mencapai 20,86 miliar poundsterling atau sekitar Rp375,58 triliun. Capaian tersebut tumbuh 15,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 18,13 miliar poundsterling.

Unilever menyebutkan bahwa kinerja penjualan di Indonesia selama kuartal III/2022 didorong oleh pertumbuhan harga jual, sementara volume terimbas kebijakan volume stok di level penjualan. Di sisi lain, penjualan di pasar Vietnam, Filipina, dan Thailand berhasil tumbuh dua digit akibat basis yang rendah selama pembatasan sosial tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper