Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kapuas Prima Coal (ZINC) Genjot Produksi Galena, Ambil Peluang Global

Saat ini, Kapuas Prima Coal (ZINC) tengah mengejar penyelesaian smelter seng yang ditargetkan dapat rampung pada kuartal II/2023.
Penambangan PT Kapuas Prima Coal Tbk./Istimewa
Penambangan PT Kapuas Prima Coal Tbk./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen logam dasar PT Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC) mengenjot produksi galena seiring peluang yang muncul akibat berkurangnya pasokan logam dasar imbas tutupnya banyak pabrik peleburan di Eropa.

Direktur Kapuas Prima Coal Evelyne Kioe mengatakan, krisis energi sebagai dampak dari perang Rusia-Ukraina telah membuat banyaknya perusahaan peleburan atau smelter seng dan aluminium yang tutup atau mengurangi kapasitas produksi. Adapun perseroan selama ini bergerak di bidang usaha pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena yang kemudian diolah menjadi konsentrat timbal (Pb) dan konsentrat seng (Zn).

Menurut laporan Bloomberg, dalam setahun terakhir Eropa telah kehilangan sekitar setengah dari kapasitas peleburan seng dan aluminiumnya karena kendala pasokan energi. Jika kenaikan biaya energi terus berlanjut, maka akan lebih banyak pabrik yang menghentikan produksi selama musim dingin.

Keberhasilan perseroan menyelesaikan pembangunan salah satu smelter yaitu smelter timbal, yang sudah mulai beroperasi secara komersil pada awal Juni 2022, menjadi modal yang memberi keyakinan ZINC dalam menggenjot produksi. Selain itu, saat ini perseroan juga tengah mengejar penyelesaian smelter seng yang ditargetkan dapat rampung pada kuartal II/2023.

“Kami akan mencoba memanfaatkan setiap peluang ada. Dengan beroperasinya smelter timbal kami, yang merupakan smelter timbal pertama dan satu-satunya di Indonesia ini, kami menargetkan di tahun ini smelter timbal ini dapat memproduksi hingga 8.000 ton bullion timbal (Pb), dengan target penjualan dari smelter mencapai USD29 juta,” ujar Evelyne dalam keterangan resmi, Kamis (20/10).

Sampai dengan akhir September, produksi konsentrat zinc perseroan tahun ini mencapai 15.311,67 ton, dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 19.141,09 ton, sedangkan produksi konsentrat timbal sebanyak 5.687,98 ton, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 7.229,70 ton.

Pada 2021, perseroan memproduksi konsentrat zinc sebanyak 28.978,80 ton, lebih rendah dibanding tahun 2020 yang sebanyak 39.974,04 ton. Adapun produksi konsentrat timbal di tahun 2021 sebanyak 12.021,79 ton, lebih rendah dari tahun 2020 yang 12.658,68 ton.

Harga komoditas timbal (Pb) dan Seng (Zn) memang sempat meningkat pada kuartal 1, tetapi kemudian terjadi koreksi pada kuartal II. Sekalipun terjadi penyusutan ekonomi secara global, tetapi secara umum perseroan memandang bahwa harga komoditas Pb dan Zn masih tergolong stabil, karena jumlah permintaan global terhadap kedua komoditas ini tergolong tinggi serta ada banyak smelter di Eropa yang tutup sementara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper