Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pilah Pilih Rights Issue Saham BUMN, BBTN hingga GIAA

Terdapat 5 emiten BUMN yang akan menggelar rights issue, seperti BBTN, WSKT, ADHI, SMGR dan GIAA. Saham mana yang menarik dikoleksi investor?
Pekerja sedang menggarap proyek perumahan yang dibiayai oleh BTN. /Bisnis-Arief Hermawan P
Pekerja sedang menggarap proyek perumahan yang dibiayai oleh BTN. /Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Terdapat 5 emiten BUMN yang akan menggelar rights issue, seperti BBTN, WSKT, ADHI, SMGR dan GIAA. Saham mana yang menarik dikoleksi investor?

Kelima emiten BUMN tersebut yang akan melakukan rights issue yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA).

BBTN bakal melakukan rights issue dengan target dana Rp4,13 triliun, rinciannya Rp2,48 triliun dari PMN pemerintah, dan Rp1,65 triliun dari porsi publik.

ADHI bakal melaksanakan rights issue sebesar Rp3,87 triliun dengan rincian pemerintah menyuntikan penyertaan modal negara (PMN) Rp1,97 triliun dan Rp1,89 triliun jatah publik.

Sementara WSKT menargetkan rights issue Rp3,98 triliun dengan rincian Rp3 triliun dari PMN untuk dua ruas tol, sementara Rp980 miliar dari publik.

Selanjutnya, SMGR yang akan mendapatkan inbreng saham PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR) dari pemerintah ditambah rights issue jatah publik dengan total potensi dana yang diraih mencapai Rp5,6 triliun.

Terakhir, ada GIAA yang diperkirakan bisa mendapatkan raihan dana segar Rp12,4 triliun dengan rincian Rp7,5 triliun dari PMN pemerintah dan Rp4,9 triliun dari porsi publik.

Equity Analyst Sinarmas Sekuritas Mayang Anggita menilai 4 dari 5 emiten BUMN yang akan menggelar rights issue masih menarik secara teknikal. Terkecuali GIAA yang saat ini masih dalam posisi suspensi.

Mayang Anggita merekomendasikan buy on weakness untuk saham BBTN di sekitar Lower Channel Rp1.430. BBTN diharapkan mampu rebound menuju Resistance minor 1.510 disusul target selanjutnya di seputaran Rp1.615--Rp1.630.

Kemudian, emiten semen BUMN, SMGR mendapatkan rekomendasi buy di sekitar MA10 pada 7.400. SMGR berpotensi lanjut naik menuju target dari pola Double Bottom di seputaran 7.775 sampai dengan Upper Wedge 8.000.

Sementara itu,  Analis fundamental Kanaka Hita Solvera (KHS) Raditya Pradana menilai harga wajar saham BBTN menjelang rights issue berada di level Rp2.200. Artinya, harga saham BBTN saat ini masih di bawah nilai fundamentalnya.

Begitu pun dengan Tirta Widi Gilang Citradi, Analis MNC Sekuritas menyematkan target price di level Rp2.200. Menurutnya, rasio PBV BBTN yang masih berada di bawah 1 kali membuat saham perseroan menarik untuk dikoleksi.

Mengacu ke data Bloomberg, sebanyak 24 analis memberikan rating pada saham BBTN, sebanyak 19 diantaranya memberikan rekomendasi buy dan 5 sisanya memberikan rekomendasi hold. Rata-rata analis memasang target harga BBTN pada level 2.168 dengan estimasi tertinggi di level Rp2.700 dan estimasi terendah di Rp1.320.

Di sisi lain, Direktur Consumer Bank BTN, Hirwandi Gafar mengatakan, perseroan tetap optimis menuju akhir Desember permintaan KPR akan tinggi. "Kenaikannya saya hitung di KPR subsidi dan non subsidi bisa sampai 7-8 persen," ujarnya dalam acara penandatangan perjanjian kerja sama dan peluncuran KPR BTN Rent to Own, Rabu (12/10/2022).

Sebagai upaya meningkatkan KPR, BTN pun meluncurkan sejumlah program, dan yang terbaru adalah KPR BTN Rent To Own. Melalui program tersebut, konsumen bisa menjalani kredit dengan mekanisme sewa terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu.

"Program ini tidak hanya membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan pemilikan rumah, tapi juga membantu masyarakat mengumpulkan uang muka terlebih dahulu sebelum kredit," ujar Hirwandi.

Sebelumnya, BTN juga mengenalkan program KPR BTN Gaess for Millenial. "Program itu terus berjalan dan cukup banyak peminat. Ini karena kalau bicara KPR, 70 persen lebih customer-nya adalah milenial," ujarnya.

Diketahui, BTN telah menyalurkan total kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp17,03 Triliun per Juni 2022, atau tumbuh 24,78 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menerangkan rights issue biasanya sudah memiliki pembeli strategis yang akan menyerap rights issue yang diberikan ke pasar.

"Untuk BUMN ya pemerintah, rights issue sendiri disukai apabila digunakan menambah modal guna ekspansi, kurang disukai bila tujuannya untuk bayar hutang," terangnya kepada Bisnis.

Sebagai informasi, BBTN akan menggelar rights issue bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perseroan dalam menyalurkan kredit perumahan guna mendukung Program Perumahan Nasional.

Sementara WSKT, dana hasil PMN 2022 akan digunakan salah satunya penyelesaian dua ruas tol yakni proyek tol Kayu Agung-Palembang-Betung sebesar Rp2,004 triliun dan tol Ciawi-Sukabumi sebesar Rp996 miliar.

Adapun ADHI, membutuhkan dana rights issue untuk memperkuat struktur permodalan Adhi dan mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Lalu, GIAA menggunakan dana hasil right issue untuk maintenance, restorasi, modal kerja, biaya sewa pesawat, dan pembayaran biaya restrukturisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper