Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Incar 6.934, Ajaib Jagokan Saham BBTN, SRTG, HRUM

Hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed dalam level 6.857 – 6.934 dengan saham pilihan BBTN, SRTG, HRUM.
Hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed dalam level 6.857 – 6.934 dengan saham pilihan BBTN, SRTG, HRUM. Bisnis/Dedi Gunawan
Hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed dalam level 6.857 – 6.934 dengan saham pilihan BBTN, SRTG, HRUM. Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan berpotensi menguat ke 6.934 pada perdagangan Jumat (14/10/2022), dengan rekomendasi saham pilihan BBTN, SRTG, HTUM. 

Financial Expert Ajaib Sekuritas M. Julian Fadli menyampaikan pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah sebesar -0,41 persen atau -28.58 poin di level 6.880,62. Untuk hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed dalam level 6.857 – 6.934.

Bank Indonesia (BI) melaporkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada Kuartal III/2022 sebesar 13,89 persen. Sektor utama seperti sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan dengan SBT 0,22 persen, melemah dari 1,50 persen dibandingkan dengan Kuartal II/2022.

Sementara itu, sektor perdagangan, hotel, dan restoran mencatat SBT sebesar 2,60 persen, kemudian sektor pengangkut dan komunikasi mencatat SBT sebesar 0,87 persen. Adapun yang mencatat pertumbuhan adalah sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan dengan SBT 2,76 persen atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 1,62 persen.

Sektor industri pengolah juga lebih tinggi tercatat 3,18 persen, sektor konstruksi mencatat SBT 1,03 persen, disusul sektor pertambangan dan penggalian dengan SBT 1,10 persen atau naik dibanding kuartal sebelumnya yang tercatat 0,73 persen.

Dari mancanegara, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada September 2022 tercatat sebesar 8,2 persen YoY, lebih rendah daripada inflasi tahunan bulan Agustus 2022 sebesar 8,3 persen YoY.

Inflasi bulanan tercatat naik menjadi 0,4 persen MoM dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,1 persen MoM. Adapun, Core Inflation (Inflasi Inti) di luar komponen energi dan makanan masih tercatat naik 6,6 persen YoY, dibanding bulan sebelumnya sebesar 6,3 persen YoY.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan bahwa inflasi global akan mencapai 8,8 persen di akhir 2022. IMF meyakini bahwa lonjakan inflasi global yang terjadi terutama di negara-negara maju seperti Eropa ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan energi, sedangkan pada negara-negara berkembang disebabkan dari kenaikan harga pangan dan energi yang semakin mahal.

Saham-saham pilihan Ajaib Sekuritas

BBTN
Buy: 1.470
TP: 1.520
Stop loss: <1.450

BBTN membentuk bullish harami candle, stochastic golden cross di area oversold, MACD bar histogram menunjukan bearish terbatas indikasi berpotensi bergerak bullish.

Komite Privatisasi BUMN menyetujui PMN untuk BBTN sebesar Rp2,48 triliun. PMN ini akan meningkatkan kemampuan bisnis dari BBTN khususnya kemampuan untuk menyalurkan 1,3 juta unit rumah. Penyaluran kredit yang tumbuh secara otomatis berimplikasi pada pertumbuhan pendapatan bunga. Rasio PBV BBTN tercatat hanya 0,74 x artinya saham BBTN masih undervalue.

SRTG
Buy: 2.620
TP: 2.700
Stop loss: <2.530

SRTG membentuk bullish harami candle, stochastic golden cross dan MACD bar histogram bearish terbatas, potensi SRTG bergerak rebound terbuka dalam trend jangka pendek.

Portofolio investasi SRTG kinerjanya semakin atraktif, dan portofolio investasinya diantaranya pada bidang energi, logam mulia, dan infrastruktur. Adapun saham-saham yang dimiliki SRTG dalam portofolio investasinya memiliki potensi memberi keuntungan yang signifikan karena pertumbuhan kinerjanya yang pesat, serta SRTG berpotensi terkena katalis positif dari anak usahanya yang akan IPO yaitu Primaya Hospital.

HRUM
Buy: 1.730
TP: 1.785
Stop loss: <1.700

Secara teknikal HRUM mencoba untuk rebound dengan membentuk new higher low, stochastic golden cross pada area oversold dan MACD bar histogram melemah terbatas. Penurunan harga dengan volume indikasi tekanan jual berkurang.

Kinerja HRUM tercatat impresif pada Semester I-2022, laba bersih melesat 1.309% YoY menjadi US$ 145,96 juta. Adapun HRUM memiliki potensi pertumbuhan bisnis yang positif setelah berhasil mengakuisisi 24% PT Infei Metal Industry (IMI) yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian (Smelter) nikel.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper