Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Pangkas Populasi Ayam, Simak Rekomendasi Emiten Unggas CPIN, JPFA, dan MAIN

Kebijakan pemerintah menjaga surplus pasokan ayam berdampak positif terhadap emiten perunggasan.
Kebijakan pemerintah menjaga surplus pasokan ayam berdampak positif terhadap emiten perunggasan.
Kebijakan pemerintah menjaga surplus pasokan ayam berdampak positif terhadap emiten perunggasan.

Bisnis.com, JAKARTA — Kebijakan penyeimbangan pasokan ayam yang mulai diterapkan pemerintah dinilai berdampak positif bagi emiten-emiten unggas. Namun sektor ini masih harus mengantisipasi sentimen negatif jangka pendek dari harga rendah ayam potong dan hasil kinerja Kuartal III/2022.

Kementerian Pertanian telah meluncurkan kebijakan pengurangan populasi ayam mulai 7 Oktober 2022 untuk mengantisipasi oversupply daging ayam di November dan Desember. Ini adalah kebijakan pengurangan populasi ketiga yang berjalan selama 2022.

Dalam surat yang dikeluarkan Kementan, sebanyak 40 integrator, termasuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), dan PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN), diminta untuk memusnahkan telur ayam berusia 19 hari siap tetas, memangkas populasi induk ayam parent stock (PS) yang berusia lebih dari 55 minggu, dan menyerap ayam siap potong dari peternak mandiri.

“Kami memperkirakan kebijakan ini akan berdampak positif pada profitabilitas perusahaan integrator yang dalam dua bulan terakhir dalam tekanan,” kata Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dalam risetnya, Selasa (11/10/2022).

Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas melihat terdapat risiko dari kebijakan ini. Sebagai catatan, pangsa pasar usaha pembibitan emiten unggas terus berubah setiap bulannya. Di sisi lain, terdapat risiko rasio tetas yang lebih rendah yang bisa memicu pasokan yang lebih ketat ke depannya. Potensi pasokan yang lebih rendah bisa memicu kenaikan harga.

“Kami mempertahankan rating netral untuk sektor ini terlepas dari perkembangan kebijakan yang positif,” tambahnya.

Saham JPFA masih menjadi pilihan utama BRI Danareksa karena valuasinya yang murah. Saham JPFA diperdagangkan dengan 8,9x P/E dan target harga Rp2.100. Sementara untuk saham CPIN dan MAIN, BRI Danareksa memberi rating hold dengan target harga masing-masing Rp5.600 dan Rp650.

Pada penutupan perdagangan Selasa (11/10/2022), saham JPFA ditutup stagnan di Rp1.445 setelah diperdagangkan di rentang 1.435—1.465. Sementara itu, saham CPIN ditutup naik 1,84 persen ke level 5.525 dan MAIN turun 0,83 persen ke 595 per saham.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper